Kisah Damkar yang Menembus Asap Selamatkan Lansia di Kebakaran Panti Wreda Damai Manado

2026-01-12 05:52:51
Kisah Damkar yang Menembus Asap Selamatkan Lansia di Kebakaran Panti Wreda Damai Manado
- Kebakaran hebat yang melanda Panti Wreda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu malam , tidak hanya menyisakan puing bangunan dan duka mendalam, tetapi juga kisah heroik relawan pemadam kebakaran dan warga yang berpacu dengan waktu demi menyelamatkan para lansia.Tragedi ini merenggut nyawa 16 penghuni panti, sementara 16 orang lainnya berhasil dievakuasi dan kini menjalani perawatan medis.Di tengah kobaran api dan asap tebal yang menyelimuti bangunan panti, relawan pemadam kebakaran bernama Reki menjadi salah satu saksi sekaligus pelaku langsung proses evakuasi yang berlangsung dramatis.Bersama sejumlah warga, ia menembus asap pekat demi menyelamatkan penghuni panti yang sebagian besar sudah lanjut usia dan tidak berdaya.Baca juga: Kebakaran Panti Wreda Damai di Manado Telan Korban, 16 Lansia Meninggal DuniaReki mengisahkan, situasi di dalam panti saat itu sangat mencekam. Api dengan cepat membesar dari bagian belakang bangunan, sementara asap hitam tebal memenuhi hampir seluruh ruangan. Dalam kondisi tersebut, Reki berlari berpacu dengan waktu.“Kami angkat satu per satu, ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” ujar Reki dengan suara bergetar.Ia menyebut, setidaknya tujuh penghuni berhasil ia evakuasi bersama warga. Proses evakuasi dilakukan secara manual, dengan mengangkat tubuh para lansia yang sebagian sudah tidak mampu berjalan. Tangisan, teriakan minta tolong, dan kepanikan menyatu di tengah kobaran api.Baca juga: Kebakaran Panti Werdha Damai Manado Tewaskan 16 Lansia, Evakuasi Berlangsung DramatisNamun, perjuangan itu tidak selalu berakhir bahagia. Beberapa penghuni yang sempat dikeluarkan dari dalam bangunan akhirnya meninggal dunia akibat terlalu lama menghirup asap.“Seorang opa berhasil kami selamatkan, tapi akhirnya meninggal karena terpapar banyak asap,” kata Reki.Salah satu peristiwa yang paling membekas bagi Reki adalah cerita seorang oma yang sempat berbicara kepadanya saat proses evakuasi.“Oma itu katakan ia akan bersama keluarganya pada tanggal 5, tapi ia meninggal dunia. Itu yang saya sesali,” ucapnya.Reki mengaku mengalami guncangan hebat setelah peristiwa tersebut. Di sela-sela proses evakuasi, air matanya menetes melihat satu per satu penghuni panti tak mampu menyelamatkan diri.Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Manado, Tegaskan Komitmen Moderasi Beragama Jelang NatalKapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengatakan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran.“Kami masih melakukan olah TKP,” kata Irham.Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Manado, Steven Dandel, menyampaikan bahwa sebanyak 16 jenazah ditemukan di lokasi kejadian. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk keperluan identifikasi.


(prf/ega)