JAKARTA, - Aktor Rio Dewanto dipercaya memerankan karakter Badri dalam film horor produksi DHF Entertainment berjudul Kuyank.Rio mengungkapkan, ada sejumlah tantangan yang harus ia hadapi demi mendalami karakter tersebut.Salah satunya adalah penggunaan dialek Banjar, mengingat Badri diceritakan berasal dari Kalimantan Selatan.Baca juga: Kuyank Tayang Perdana di JAFF Ke-20, Angkat Horor Budaya Kalimantan dengan Skala Produksi Lebih Besar“Karakternya sebagai namanya Badri. Dia memang asalnya dari Kalimantan Selatan, tepatnya dari kota Kandangan. Dan tantangannya lebih kepada mungkin dialeknya ya,” ujar Rio Dewanto di daerah Cawang, Jakarta Timur, Senin .Selain dialek, Rio juga harus mempelajari kebiasaan masyarakat Kalimantan agar penggambaran karakternya terasa lebih autentik.“Sama kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sama karakter itu apa sih? Karena jujur, saya sebelum film ini tuh saya belum pernah ke Kalimantan,” ucap Rio.Baca juga: Sukses dengan Saranjana: Kota Ghaib, DHF Entertainment Siapkan Horor KuyankNamun, keterlibatannya dalam film Kuyank justru memberinya pengalaman baru.Rio mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan berkunjung langsung ke Kalimantan Selatan, berinteraksi dengan warga setempat, sekaligus membangun pertemanan baru.“Jadi, eh dengan dengan saya terlibat di film ini juga, Alhamdulillah dapat kesempatan bisa bisa jalan-jalan ke sana, dan bisa punya banyak teman di sana, bisa main sama teman-teman di sana, dan bisa bikin karya di sana juga, gitu,” lanjut Rio.Baca juga: Rio Dewanto Korek Trauma Masa Lalu untuk Film Legenda Kelam Malin Kundang Untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat setempat, Rio bahkan memanfaatkan hobinya bermain tenis.Ia kerap menghabiskan waktu luang dengan bermain tenis bersama warga Kalimantan.“Ya, hal pertama yang saya tanyain ke Jo waktu mau syuting, ‘di sana ada lapangan tenis enggak?’ Dia bilang, ‘Ada, banyak’. Wah, oke. Jadi, untuk mengisi waktu ketika lagi libur, saya bisa ada kegiatan kan di sana, dan ditambah bisa dapat banyak teman juga, misalkan kayak main sama teman-teman di sana, sama warga lokal di sana. Terus eh yang sampai sekarang juga masih sering kabarin-kabaran,” lanjut Rio.Baca juga: Dari Legenda Kelam Malin Kundang, Rio Dewanto Belajar Tak Turunkan Trauma Antargenerasi Menurut Rio, peran sutradara Johansyah Jumberan yang merupakan putra daerah Kalimantan Selatan juga sangat membantunya dalam mengeksplorasi karakter Badri.Ia menambahkan, latar belakang sang sutradara membuat nuansa Kalimantan dalam film Kuyank terasa lebih kuat dan autentik.“Meskipun ini enggak bisa dibilang film daerah karena DHF sendiri itu base-nya di Jakarta. Cuman memang salah satu pemiliknya kan si sutradara, Johansyah, dia memang asalnya dari dari kota Nagara kan, dari dari Kalimantan Selatan. Jadi, eh apa ya, eh dengan keberadaan dia di film ini membuat membuat eh feel Kalimantan-nya itu juga jadi lebih dapat banget gitu,” tutur Rio.Baca juga: Sutradara Lee Chang-hee Sebut Akting Reza Rahadian dan Rio Dewanto Luar Biasa
(prf/ega)
Bintangi Film Kuyank, Rio Dewanto Belajar Dialek Banjar
2026-01-12 06:07:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:35










































