Mengupas Rencana Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza: Jumlah Prajurit hingga Kompetensinya

2026-01-12 07:02:05
Mengupas Rencana Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza: Jumlah Prajurit hingga Kompetensinya
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto berencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza melalui Yordania, salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Palestina.Rencana ini diungkap oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Mayor Jenderal Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Kementerian Pertahanan, Jumat .“Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar karena, sebagaimana teman-teman tahu, kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia yang juga sedang kita tingkatkan,” ujar Sjafrie.Baca juga: Menhan: Prabowo Bakal Kirim 20.000 Prajurit Pasukan Perdamaian ke Gaza Sjafrie mengungkapkan, sebanyak 20.000 prajurit bidang kesehatan dan konstruksi hendak diberangkatkan ke Gaza.“Jadi, pemikiran beliau, kita maksimalkan 20.000 prajurit yang kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” ucap dia.Pengiriman pasukan ini dilakukan setelah pemerintah melihat adanya upaya perdamaian antara Palestina dan Israel, seperti gencatan senjata dan pelucutan senjata yang telah berlangsung.Dengan demikian, pasukan yang dikirim nantinya bertugas menjaga situasi damai agar dapat bertahan lebih lama hingga tercapai perundingan politik.Baca juga: Menhan Ungkap Opsi Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Lewat PBB atau Organisasi Bentukan TrumpSjafrie mengungkapkan bahwa ada dua alternatif untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.Sjafrie berujar, opsi pertama adalah menunggu mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedangkan opsi kedua adalah lewat organisasi internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump."Ada dua alternatif. Alternatif pertama adalah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Yang kedua adalah di bawah persetujuan organisasi internasional yang diinisiasikan oleh Presiden Amerika Serikat," kata Sjafrie.Baca juga: Pemerintah Diminta Kaji Rencana Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Tanpa Izin PBBSjafrie menuturkan, pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza harus melalui pembicaraan yang tidak singkat karena memerlukan kesepakatan bersama.Ia menyebutkan, perlu persetujuan negara-negara di sekitar Palestina sebelum Indonesia mengirim pasukan perdamaian."Bagi Indonesia, kita akan semua terlibat mendukung apabila semua negara-negara yang punya kompetensi itu setuju atas keterlibatan Indonesia, terutama bagi negara-negara Arab," kata Sjafrie.Negara-negara yang dimaksud, antara lain, Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab.Baca juga: Menlu Sebut Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza Sedang Tahap Koordinasi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah memastikan, 20.000 personel yang dipersiapkan untuk misi perdamaian ke Gaza, Palestina, memiliki kompetensi dan pengalaman dalam operasi kemanusiaan.


(prf/ega)