Pasukan Oren Cianjur Siaga Satu, Sampah Melonjak di Momen Nataru

2026-01-11 23:41:55
Pasukan Oren Cianjur Siaga Satu, Sampah Melonjak di Momen Nataru
CIANJUR, – Petugas kebersihan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, siaga satu menghadapi momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah yang diprediksi meningkat drastis di pusat-pusat keramaian.“Sebagaimana instruksi pimpinan, sampai 2 Januari 2026 kita siaga satu. Pasukan oren kita siagakan untuk penanggulangan sampah pasca perayaan nanti,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) DLH Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, kepada Kompas.com, Kamis .Prihadi menjelaskan, sebanyak 300 petugas kebersihan disiagakan terutama di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.Lokasi tersebut meliputi pusat kuliner di Jalan Siliwangi, Warujajar, pemukiman padat di Cikaret, hingga kawasan wisata Puncak Cipanas yang selalu menjadi pusat keramaian akhir tahun.Baca juga: Jaga Nataru di Cianjur, 1.300 Personel hingga Penembak Runduk DiterjunkanSelain kesiapan personel, armada pengangkut juga diperkuat dengan penambahan dua unit truk arm roll, empat mobil pikap, dan empat unit cator. Penguatan ini dilakukan agar pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tetap lancar meski beban kerja meningkat.“Semua armada yang ada kita optimalkan, termasuk penanganan sampah di tingkat TPA, juga diperkuat dan ditingkatkan aktivitasnya untuk mengimbangi lonjakan pengiriman,” ucapnya.Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan volume sampah pada momentum Nataru diprediksi mencapai 30 persen.Dalam sehari, volume sampah yang masuk ke TPA Cianjur rata-rata mencapai 200 hingga 400 ton yang didominasi limbah organik dan rumah tangga.Ia pun meminta masyarakat menaati jadwal pembuangan sampah mulai pukul 20.00 hingga dini hari agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu lingkungan. Pengangkutan ke TPA sendiri dilakukan dua kali sehari, yakni pada pukul 21.00 dan 04.00.“Perilaku pilih dan pilah sampah di tingkat hulu juga tentunya akan sangat membantu meringankan tugas kami di lapangan dalam menangani sampah,” ujar Prihadi.Prihadi berharap masyarakat mulai membiasakan pengelolaan sampah di tingkat hulu. Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar pada 2030 mendatang, TPA hanya menerima sampah residu yang sudah benar-benar tidak dapat diolah kembali.“Karenanya, pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi keniscayaan sekaligus tanggung jawab semua pihak. Sebagaimana amanat Perpres Nomor 12 tahun 2025 bahwa pada 2030, TPA hanya menerima sampah residu,” kata Prihadi.


(prf/ega)