- Sudah dua minggu lamanya Delvita Siregar (49) dan ketiga anaknya bertahan hidup di pengungsian Masjid Budi Sehati, Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga, Sumatera Utara, setelah rumah mereka rata dengan tanah akibat longsor berulang di Sibolga yang terjadi sejak Selasa .Longsor yang melanda kawasan permukiman di belakang Masjid Budi Sehati tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga merenggut dua nyawa serta memutus mata pencaharian sejumlah keluarga, termasuk Delvita.“Rumah ibu hancur, semua barang-barangnya enggak bisa diselamatkan. Makanya kami mengungsi di masjid sampai hari ini,” ujar Delvita dengan suara bergetar saat ditemui, Selasa .Baca juga: Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta MaafBagi Delvita, rumah yang kini hilang bukan sekadar tempat tinggal. Rumah itu menjadi pusat mata pencahariannya sebagai penjual kue basah keliling sekaligus lokasi usaha kecil yang menopang kebutuhan tiga anaknya, yang masing-masing tengah menempuh pendidikan di Medan, pesantren, dan SMK Tata Boga di Sibolga.“Peralatan dapur semua habis. Kalau adalah nanti rumah, tapi uang gak ada mau beli peralatan untuk jualan,” katanya sambil menahan tangis.Kehilangan rumah serta peralatan kerja membuat ia tak lagi memiliki modal untuk kembali berjualan.Delvita mengisahkan bahwa longsor pertama terjadi dua minggu lalu dan menewaskan dua warga sekitar.“Kejadian longsor dua minggu lalu, itu ada longsor. Itulah korbannya dua orang,” ungkapnya.Pada pagi hari saat kejadian, suami Delvita bahkan sempat menolong salah satu korban yang masih mampu berteriak meminta pertolongan. Korban itu kemudian dilarikan ke rumah sakit.Pasca kejadian pertama, keluarga Delvita langsung mengungsi ke masjid. Namun beberapa jam berselang, longsor kedua yang lebih besar kembali terjadi dan menghancurkan rumah mereka.“Waktu mau ambil barang, disitulah rumah kami tertimbun longsor. Akhirnya kami putuskan untuk ngungsi di sini,” jelasnya.Baca juga: Dilanda Hujan Deras, Upaya Cari Korban Longsor Sibolga lewat Anjing Pelacak TerhentiSatu-satunya harta yang tersisa bagi keluarga ini hanyalah becak yang masih selamat dari longsor. Namun harapan untuk bekerja kembali tertahan karena suami Delvita sedang sakit.“Alhamdulillah becak selamat. Cuman bapak juga lagi kurang sehat. Saat ini tak ada lagi yang bisa kami kerjakan selain pasrah,” tuturnya.Di pengungsian, beban psikologis makin terasa. Salah satu anaknya mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan setelah bencana.Meski demikian, Delvita tetap bersyukur keluarganya selamat dari bencana yang menghabiskan seluruh harta mereka.
(prf/ega)
Bertahan dengan Becak Tersisa, Kisah Delvita Usai Rumah Hilang Tertimbun Longsor Sibolga
2026-01-12 06:44:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:16
| 2026-01-12 06:50
| 2026-01-12 06:42
| 2026-01-12 05:34
| 2026-01-12 05:25










































