Cerita Siswa Wilayah Sulit Akses Sumbawa Ikuti TKA: Kami Takut Gangguan Jaringan Internet

2026-02-02 09:57:55
Cerita Siswa Wilayah Sulit Akses Sumbawa Ikuti TKA: Kami Takut Gangguan Jaringan Internet
SUMBAWA, - Keterbatasan akses internet saat pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) menjadi momok menakutkan bagi siswa di wilayah sulit akses infrastruktur seperti di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).Baca juga: Cerita Siswa di Sumbawa Keluhkan soal TKA Matematika yang Bikin PusingSalah satu yang merasakan ketakutan akan kendala akses jaringan internet adalah siswa di SMA Garuda Baturotok, Kecamatan Batulanteh yang berada di wilayah pegunungan dan pedalaman.Meski sekolah sudah menggunakan WiFi dengan jaringan satelit dan suport alat canggih, siswa tetap merasakan ketakutan jika internet gangguan.Pasalnya, kondisi jaringan yang tak stabil bisa mengganggu pelaksanaan TKA, akhirnya berdampak pada konsentrasi siswa dalam mengisi soal."Iya, kami sempat takut juga. Selama TKA, kami takut jaringan internet gangguan dan tak stabil. Kami juga takut jawaban tidak terekam, ketika saat TKA terjadi hujan dan kondisi alam tak menentu. Karena kami wilayah sulit akses," ujar Fitri, siswi kelas XII SMA Garuda, saat dikonfirmasi Selasa .Baca juga: 7 Siswa SMA Muhammadiyah Surabaya Tak Ikut TKA, Pilih Kuliah di PTS dan Luar NegeriMasih senada ketakutan juga dirasakan, siswa di SMAN 1 Orong Telu yang juga mengalami kesulitan akses jaringan di wilayah pegunungan .“Iya alhamdulillah lancar, meski awalnya was-was jika sewaktu-waktu gangguan internet, karena wilayah kami sulit akses,” kata Roni siswa kelas XII IPS saat dikonfirmasi Selasa.Meski jaringan kadang tak stabil, ia juga merasakan kesulitan mengerjakan soal. "Paling susah itu matematika sama fisika," keluh Roni.Keterbatasan akses terhadap sumber belajar menjadi penyebab utama kesulitan siswa dalam memahami matematika dan sains.Buku-buku pelajaran yang usang dan internet yang lambat membuat mereka kesulitan mencari referensi tambahan."Kami ingin sekali bisa belajar matematika dan sains dengan baik tentu didukung teknologi pembelajaran yang lebih modern, tapi itu belum bisa terwujud karena akses jaringan terbatas," kata Ayu, siswi kelas XII IPA di SMAN 1 Ropang yang juga sulit akses.Baca juga: SMA di Jember Ini Hanya Laksanakan TKA Satu Gelombang Meskipun dengan segala kesulitan, para siswa wilayah pedalaman ini tetap berusaha mengerjakan soal dengan sebaik mungkin. Mereka saling membantu dan menyemangati satu sama lain."Kami percaya, kalau kami bersatu, kami pasti bisa melewati semua ini," kata Rian siswa SMAN 1 Ropang dengan nada penuh semangat.Setelah berjam-jam berkutat dengan soal, akhirnya tes pun selesai. Para siswa tampak lega, meskipun juga merasa lelah. Mereka berharap, hasil tes mereka akan tetap baik meskipun dilakukan dengan segala keterbatasan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 10:25