Banjir Semarang Bikin Pantura Membahayakan: Motor Mogok hingga Truk Terperosok

2026-01-12 02:03:14
Banjir Semarang Bikin Pantura Membahayakan: Motor Mogok hingga Truk Terperosok
SEMARANG, – Genangan banjir masih melanda Jalan Pantura Semarang–Demak, tepatnya di depan RSI Sultan Agung, Jawa Tengah, pada Rabu sore.Air setinggi 50 hingga 90 sentimeter membuat arus lalu lintas tersendat parah.Pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah kendaraan besar seperti truk kontainer dan truk bermuatan barang tampak tersendat, bahkan ada yang hampir terguling ke sisi jalan.Sementara itu, pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya karena mesin mogok akibat terendam air.Baca juga: 8.300 Warga Masih Terendam Banjir di Semarang, Wali Kota Imbau Segera MengungsiDi lokasi, terlihat ada truk berwarna merah dengan muatan berat terlihat miring ke bahu jalan setelah salah satu rodanya terperosok ke lubang yang tertutup air.Beberapa warga sekitar dan pengemudi lain terlihat membantu proses evakuasi dengan alat seadanya.Di sisi lain, sejumlah sopir truk memilih menepi, sembari menunggu air surut agar bisa melanjutkan perjalanan.Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang dari arah Kota Semarang menuju Demak maupun sebaliknya.Baca juga: Pantura Demak-Semarang Lumpuh Siang Ini, Kemacetan Mengular hingga 7 KmKapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, menyebut ada 8.300 warga masih terdampak banjir, yang tersebar di 9 kelurahan se-Kota Semarang."Dan mungkin hari ini titik air cukup tinggi. Kita berdoa hujan agak reda, agak berkurang sehingga air bisa turun," kata Ribut saat ditemui di dapur umum Jalan Pantura Semarang-Demak, Rabu.Dia menjelaskan bahwa sampai saat ini petugas sudah disiagakan di lapangan untuk membantu warga yang terdampak banjir."Kemudian kami juga mendirikan posko tanggap bencana," ujarnya.Baca juga: Saat Sopir Truk Tidur Nyenyak Ketika Terjebak Banjir Pantura Demak-Semarang Saat ini, posko kesehatan sudah didirikan, yang disiapkan bagi pengemudi yang terjebak banjir dan membutuhkan bantuan kesehatan."Kita akan siapkan nanti sesuai kebutuhan," lanjut Ribut.Baca juga: Semarang Masih Banjir, Perjalanan KA Pandalungan dan KA Blambangan Ekspres TergangguSejauh ini, warga juga sudah banyak yang mengeluhkan penyakit gatal-gatal, diare, hingga demam karena sudah lama terpendam banjir. Hal ini diperkirakan karena kondisi tubuh yang menurun."Rata-rata penyakit gatal. Kemudian ada juga yang demam, mungkin flu karena kondisi tubuh menurun," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 01:06