BANDUNG, — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor atau pentahelix untuk menuntaskan masalah banjir menahun di wilayah Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot.Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa solusi permanen untuk menyelamatkan warga dari kepungan banjir adalah melalui langkah relokasi.Berdasarkan pengalamannya saat menjabat sebagai kepala desa, wilayah tersebut memang memiliki kerawanan tinggi karena letak geografisnya.Dadang mengungkapkan telah berdiskusi intensif dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait rencana pemindahan permukiman warga ke lokasi yang lebih aman.Baca juga: Penurunan Tanah Perparah Banjir Bandung Selatan, Wilayah Dayeuhkolot hingga Bojongsoang Bak Mangkuk"Kondisi banjir ini dirasakan semua pihak. Solusi ke depan pasti harus relokasi. Saya sudah diskusi dengan Pak Gubernur untuk sama-sama mengawal relokasi," ujar Dadang Supriatna saat ditemui, Kamis .Selain rencana relokasi, Dadang menyebut beberapa infrastruktur di Kabupaten Bandung mulai rampung, seperti halnya Jembatan Cijeruk yang sempat viral kini hampir rampung dan siap diresmikan.Selain itu, Dadang juga mencatat adanya perbaikan signifikan di jalur Cidawolong yang kini mulai bebas banjir.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan komitmen penuhnya untuk membantu Pemkab Bandung.Menurutnya, kondisi permukaan air Sungai Citarum di Bandung saat ini sudah berada di bawah permukaan laut sehingga memerlukan penanganan teknis yang serius."Kami siap membantu agar ini tidak menjadi beban terus-menerus bagi Kabupaten Bandung. Fokus utama kami adalah normalisasi Sungai Citarum, mulai dari pengerukan sedimentasi yang sudah tebal hingga pelebaran sungai," katanya saat mengunjungi Kantor Kecamatan Bojongsoang, beberapa waktu lalu.Baca juga: Nenek 65 Tahun Jadi Korban Banjir di Dayeuhkolot, Perahu Karet Antar Jenazah ke PemakamanSebagai langkah awal pelebaran sungai, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung akan menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran.Dedi memastikan warga terdampak akan diperlakukan secara manusiawi."Cari rumah kontrakan dulu untuk sementara, sambil Pemprov dan Pemkab menyiapkan tempat relokasi permanen. Jika sungai sudah diperlebar dan warga sudah pindah, kita tidak akan pusing lagi meski air meluap," tuturnya.Dedi mengungkapkan, selain relokasi, pihaknya sudah menyiapkan skema jangka panjang dan jangka pendek."Kalau jangka pendek itu penertiban bantaran sungai dan penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak. Jangka panjangnya, pembangunan embung-embung atau kolam retensi sebagai pengendali debit air di Bojongsoang dan Dayeuhkolot," ucap Dedi.
(prf/ega)
Banjir Menahun Dayeuhkolot-Bojongsoang, Dedi Mulyadi-Dadang Dorong Relokasi Permanen
2026-01-12 04:55:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:09
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 02:51










































