- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengungkapkan, pihaknya mempunyai program memberikan satu hektare lahan kepada satu keluarga yang lahannya diambil untuk izin usaha pertambangan (IUP).Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi isu pertambangan di Maluku Utara yang sebelumnya menjadi sorotan setelah Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) merilis laporan terkait kekacauan tata kelola pertambangan di Halmahera, Maluku Utara.Kekacauan yang dimaksud itu mulai dari tumpang tindih perizinan, dugaan manipulasi batas wilayah, benturan kepentingan antar-perusahaan, hingga kriminalisasi terhadap masyarakat yang berusaha mempertahankan ruang hidup mereka.Baca juga: Gubernur Sherly: Jika Suatu Saat Ada Conflict of Interest, Saya Akan AbstainMenanggapi isu tersebut, Sherly tak menampik bahwa masyarakat Maluku Utara memang kehilangan lahan akibat tambang.Akan tetapi, dia mengatakan bahwa program satu hektare untuk satu keluarga itu merupakan bentuk ganti rugi dari negara kepada pemegang lahan, meskipun saat ini program tersebut masih didalami secara teknis."Saya berencana untuk membagi setiap satu hektare kepada satu keluarga, untuk mereka yang selama ini hidup lahan adatnya diambil untuk kemudian dikonversi menjadi IUP dari pusat, akan kita inventariskan dan kita ganti," ungkapnya dalam program Rosi Kompas TV, dikutip pada Jumat .Selain itu, kata Sherly, ada program dari pemerintah melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) untuk pemanfaatan lahan milik negara yang kemudian bisa diberikan kepada masyarakat."Kita akan menggantikan untuk memastikan bahwa mereka ada income (pemasukan)," katanya."Karena bagi kita, kalau di Maluku Utara, tanah itu adalah penghasilan, tanah itu yang bisa diwariskan, tanah itu tumbuh kelapa, tumbuh cengkeh, tumbuh pala, sumber penghasilan mereka itu, kalau petani ya harus memiliki tanah," ucap Sherly.Baca juga: Gubernur Sherly: Jika Suatu Saat Ada Conflict of Interest, Saya Akan AbstainOleh karena itu, Sherly sangat memahami kemarahan masyarakat yang lahannya diambil untuk tambang tetapi tidak diberi ganti rugi yang layak."Saya sangat memahami ketika mereka marah karena sumber penghasilan mereka, penghidupan mereka tiba-tiba diambil tanpa ada kompensasi yang layak dan mereka marah, itu saya pahami dan sebagai pemerintah kami akan hadir untuk menggantikan itu," paparnya.Sherly pun menegaskan bahwa dirinya akan menepati janjinya untuk mewujudkan programnya tersebut.Sherly menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara ditopang oleh industri pertambangan.Namun, dia menjanjikan akan ada diversifikasi ekonomi untuk masa depan Maluku Utara.Diversifikasi ekonomi merupakan strategi untuk mengembangkan ekonomi dari ketergantungan pada satu sektor atau komoditas menjadi berbagai sektor yang lebih luas, seperti industri, jasa, pariwisata, dan teknologi.
(prf/ega)
Gubernur Sherly Janji Beri 1 Hektare Lahan ke Keluarga Terdampak Tambang: "Saya Paham Mereka Marah"
2026-01-11 03:50:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 02:37
| 2026-01-11 02:30
| 2026-01-11 02:03
| 2026-01-11 01:50










































