Peringati Hari AIDS Sedunia, PDIP Ajak Warga Hapus Stigma Buruk pada ODHA

2026-01-15 00:30:58
Peringati Hari AIDS Sedunia, PDIP Ajak Warga Hapus Stigma Buruk pada ODHA
PDIP menggelar peringatan hari AIDS Sedunia. PDIP mengajak masyarakat menghapus stigma buruk terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA)."Istilahnya kita tidak boleh mendiskreditkan orang. Semua itu nggak ingin sakit, semua pengin sehat," kata Ketua DPP PDIP bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning dalam peringatan hari AIDS sedunia yang digelar PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Senin (1/12/2025).Hari AIDS sedunia sendiri digelar setiap 1 Desember. Ribka berharap ODHA bisa lebih mudah mendapat obat dan gizi."Sebenarnya untuk orangnya sendiri saja harus terus dikasih obat, diperhatikan gizinya, dan lain-lain. Tapi tidak menular ke orang lain," ujarnya.Wakil Ketua Komisi IX DPR dari PDIP, Charles Honoris, mengatakan pengidap HIV/AIDS saat ini masih sulit mendapat obat. Dia mengatakan banyak laporan yang diterimanya terkait masalah obat untuk ODHA."Saya sangat mengetahui bahwa teman-teman hari ini yang statusnya HIV positif hidupnya tidak mudah di negeri ini. Saya masih mendapatkan banyak sekali keluhan terkait dengan akses mendapatkan obat, adanya diskriminasi, dan lain-lain," ujar Charles.Charles mengatakan pihaknya terbuka atas masukan terkait kesehatan. Dia juga siap melakukan advokasi."Kami terbuka untuk bisa dihubungi, diminta diberikan masukan, diminta untuk melakukan advokasi apabila Bapak, Ibu, teman-teman menghadapi berbagai permasalahan di lapangan," katanya.Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, mengatakan masyarakat harus memahami kondisi ODHA. Dia mengajak kader PDIP terus mendampingi ODHA."Bukan mereka yang harus memahami kita, tapi kita semua yang harus memahami mereka. Dan tentu saja ini tradisi yang selalu kita bisa lakukan, dan tentu tidak akan berhenti di Ancol. Lusa, berikutnya sampai kapan pun, kita harus selalu bersama untuk menemani," ujarnya.Tonton juga video "Kata Kemenkes soal Tantangan Pemberian Obat ARV Bagi Remaja Terpapar HIV"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 23:40