Operasi Hari Keenam, 17 Korban Speedboat Terbalik di Kepulauan Yapen Papua Belum Ditemukan

2026-02-05 05:41:50
Operasi Hari Keenam, 17 Korban Speedboat Terbalik di Kepulauan Yapen Papua Belum Ditemukan
JAYAPURA, - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap 17 korban hilang akibat speedboat terbalik di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua memasuki hari keenam.Namun hingga kini, 17 orang tersebut belum ditemukan.Pada operasi SAR hari keenam melibatkan sekitar 180 personil gabungan dari Kantor SAR Biak, TNI AU, TNI AL, Polair Polres Yapen, masyarakat setempat hingga keluarga korban.Baca juga: Speedboat Terbalik di Kepulauan Yapen Papua, 18 Penumpang HilangKepala SAR Biak, Kundori menjelaskan, untuk pencarian melalui udara diperluas hingga 250 nautical mile.Sementara penyisiran di laut diperluas hingga 370 nautical mile."Untuk pencarian hari keenam kita perluas. Ada tim yang melakukan penyisiran dan ada juga tim yang diturunkan untuk menyelam. Upaya maksimal terus kita lakukan untuk menemukan 17 korban yang masih hilang," kata Kundori, Selasa malam."Namun untuk pencarian hari keenam hasil masih nihil, belum ada korban yang ditemukan," ujarnya.Baca juga: Satu Korban Speedboat Terbalik di Kepulauan Yapen Ditemukan Meninggal, 17 Masih DicariKundori menyebut, salah satu kendala yang dialami oleh tim SAR gabungan adalah cuaca yang sering berubah ubah."Kendala yang dihadapi tim di lapangan adalah cuaca yang tiba-tiba berubah dan gelombang tinggi. Ini juga berpengaruh pada tim yang melakukan penyelaman," jelasnya.Untuk operasi pencarian hari ketujuh kata Kundori, pihaknya akan berangkat lebih pagi agar tim selam bisa turun lebih cepat dan melakukan pencarian."Besok tim akan berangkat lebih pagi sekitar pukul 04.00 WIT dengan KN Wibisana 243 untuk dilakukan penyelaman kembali karena pagi itu gelombangnya belum terlalu tinggi," tuturnya.Baca juga: Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI PanahSebelumnya, speedboat yang mengangkut 21 penumpang bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIT.Namun dalam perjalanan, speedboat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu.Dari insiden itu, tiga korban berhasil ditemukan selamat, sementara 18 orang lainnya dinyatakan hilang.Dari pencarian yang dilakukan, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu .Sementara 17 orang lainnya masih dinyatakan hilang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 05:18