Ingin Damai, Thailand-Kamboja Cekcok soal Tempat Negosiasi Gencatan Senjata

2026-01-11 21:47:48
Ingin Damai, Thailand-Kamboja Cekcok soal Tempat Negosiasi Gencatan Senjata
BANGKOK, - Keinginan berdamaian Thailand dan Kamboja terbentur lokasi penyelenggaraan negosiasi damai. Kamboja ingin digelar di Malaysia, tetapi Bangkok menolaknya.Alasan Kamboja pada Senin memilih Malaysia adalah lokasinya yang netral, sedangkan Thailand keesokan hari bersikeras perundingan harus tetap diadakan di Provinsi Chanthaburi sesuai rencana semula.Adapun perang Thailand-Kamboja kembali pecah pada awal Desember 2025, membuyarkan gencatan senjata sebelumnya.Baca juga: Kamboja Minta Malaysia Jadi Juru Damai Lagi dalam Perang Lawan ThailandOfisial dari kedua negara mencatat sedikitnya 44 orang tewas, dan lebih dari 900.000 warga terpaksa mengungsi dari wilayah terdampak."Chanthaburi aman. Provinsi ini memang sejak awal direncanakan menjadi tuan rumah GBC (Komite Perbatasan Umum), bahkan sebelum pertempuran terjadi," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, dikutip dari kantor berita AFP.Menurut Surasant, pertemuan akan berlangsung mulai Rabu hingga Sabtu .Namun, keputusan akhir apakah pertemuan berlangsung atau tidak, tetap berada di tangan Kamboja.Sementara itu, pihak Kamboja belum memberikan konfirmasi mengenai kehadiran dalam pertemuan tersebut."Saya belum memiliki informasi terbaru tentang tempat pertemuan," ujar juru bicara Pemerintah Kamboja kepada AFP.Konflik perbatasan ini berakar dari perselisihan lama terkait garis demarkasi warisan kolonial sepanjang 800 kilometer, dan kepemilikan sejumlah situs candi kuno yang berada di wilayah perbatasan.Perang Thailand-Kamboja terbaru pecah sejak 7 Desember 2025. Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu, sama-sama mengeklaim bahwa lawan menyerang wilayah sipil.Upaya mediasi sebelumnya yang dilakukan Amerika Serikat, China, dan Malaysia sempat menghasilkan gencatan senjata, tetapi hanya berlangsung singkat sebelum kembali pecah.Baca juga: Pekan Ini, Thailand dan Kamboja Bakal Bertemu Untuk Selesaikan Konflik PerbatasanAFP/CHOR SOKUNTHEA Perwakilan militer dan diplomat 13 negara termasuk Amerika Serikat (kedua dari kiri), Jepang (tengah), dan Australia (kanan) mengecek penerapan gencatan senjata Thailand-Kamboja di perbatasan Provinsi Preah Vihear setelah perang lima hari, 30 Juli 2025.Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow sempat mengumumkan rencana pertemuan bilateral usai KTT ASEAN di Kuala Lumpur.Namun, Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha, dalam suratnya kepada Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkphanit meminta pertemuan digelar di Kuala Lumpur karena alasan keamanan."Karena pertempuran masih terjadi di sepanjang perbatasan, kami mengusulkan agar pembicaraan dilakukan di lokasi yang aman dan netral," tulis Tea Seiha dalam surat yang dikutip AFP.Menanggapi usulan tersebut, Nattaphon menyebut pertemuan terakhir komite perbatasan digelar di Provinsi Koh Kong, Kamboja. Menurutnya, kini saatnya Thailand menjadi tuan rumah."Thailand mampu memisahkan urusan militer dan diplomatik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Nattaphon.Namun, ia juga menegaskan bahwa pasukan Thailand akan terus bertahan selama Kamboja masih melakukan serangan. Saat ini, intensitas pertempuran baru mereda di sebagian kecil dari dua provinsi perbatasan.Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Kamboja menuding pasukan Thailand menembaki Kota Poipet dan membombardir wilayah Provinsi Preah Vihear.Baca juga: Candi Era Sriwijaya Jadi Pemicu Perang Thailand-Kamboja, Begini Sejarahnya


(prf/ega)