JAKARTA, - Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa Muhamad Kerry Adrianto Riza, berkeluh kesah dan menyampaikan isi hatinya selama menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero lewat secarik surat yang ditulis dari balik penjara.Dalam surat tersebut, Kerry antara lain membantah dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi yang membuatnya merasa dituduh sebagai penjahat besar.“Saya bukan pejabat publik dan tidak pernah mengambil uang negara. Namun, saya dicitrakan sebagai penjahat besar, seakan saya adalah sumber masalah negeri. Di mana keadilan?” tulis Kerry dalam surat tersebut.Baca juga: Kerry Adrianto Bantah Ayahnya, Riza Chalid Terlibat Kasus Korupsi Minyak MentahIa juga mengeklaim telah ditangkap penyidik tanpa mengikuti prosedur sesuai hukum.“Saya dibawa dan diperiksa tanpa panggilan atau prosedur yang benar. Lalu, tiba-tiba ditahan sejak 25 Februari 2025. Sidang perdana baru 13 Oktober 2025. Hampir delapan bulan saya mendekam, menunggu kepastian hukum," ujar Kerry.Selain membela diri atas kasus korupsi yang menjerat dirinya, Kerry juga menyampaikan pembelaan atas ayahya, pengusaha Riza Chalid, yang berstatus tersangka dalam kasus yang sama.Baca juga: Anak Riza Chalid Bantah Ayahya Bekingi Demo Agustus 2025Kerry pun menyinggung asumsi di tengah publik yang menyebutkan Riza Chalid menjadi dalang di balik demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2025 yang berujung kerusuhan di sejumlah daerah.“Bukan hanya saya yang menjadi korban, ayah saya juga dituduh sebagai dalang dan mendanai demonstrasi ‘Bubarkan DPR’ Agustus lalu tanpa ada satu pun bukti. Ayah saya tidak mungkin melakukan hal tersebut,” tutur dia.Di luar hal itu, Kerry menulis panjang lebar mengenai kerugin negara yang dituduhkan kepadanya, kerja sama perusahaannya dengan PT Pertamina (Persero), hingga keinginannya untuk diproses hukum secara adil.Baca juga: Saksi Sidang Tak Tahu Jabatan Kerry Riza Chalid meski Jadi Bawahan di Kantor Berikut isi lengkap surat yang ditulis Kerry di Rutan Salemba pada 24 November 2025:Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,Dengan kerendahan hati, izinkan saya menulis surat ini sebagai warga negara, pengusaha, suami, anak, dan ayah, yang kini diperlakukan seolah musuh negaraSaya bukan pejabat publik dan tidak pernah mengambil uang negara. Namun, saya dicitrakan sebagai penjahat besar, seakan saya adalah sumber masalah negeri.Di mana keadilan? Rumah saya digeledah. Saya dibawa dan diperiksa tanpa panggilan atan prosedur yang benar. Lalu, tiba-tiba ditahan sejak 25 Februari 2025.Sidang perdana baru 13 Oktober 2025. Hampir delapan bulan saya mendekam, menunggu kepastian hukum.Baca juga: Saksi Sebut Kerry Riza Chalid Pernah Minta HPS dan Data Impor Minyak Mentah
(prf/ega)
Kerry Adrianto Anak Riza Chalid Tulis Surat dari Balik Penjara, Bantah Korupsi dan Bela Sang Ayah
2026-01-11 22:52:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:59
| 2026-01-11 21:57
| 2026-01-11 21:47
| 2026-01-11 21:47
| 2026-01-11 21:17










































