Jelang Tutup Tahun, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp 16.788 per Dollar AS

2026-01-14 22:24:20
Jelang Tutup Tahun, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp 16.788 per Dollar AS
JAKARTA, - Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan, Selasa .Mengutip data Bloomberg, mata uang garuda dibuka di level Rp 16.782 per dollar AS, menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.788 per dollar AS.Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan bergerak relatif datar atau berkonsolidasi dengan peluang penguatan yang masih terbatas.Baca juga: BCA Luncurkan Fitur Poket Rupiah di Aplikasi myBCA, Nasabah Bisa Kelola sampai 20 Kantong TabunganPergerakan tersebut dipengaruhi oleh minimnya rilis data ekonomi serta menurunnya aktivitas perdagangan menjelang pergantian tahun 2025, yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see.“Rupiah diperkirakan akan datar atau berkonsolidasi dengan potensi rebound terbatas di tengah minimnya data ekonomi dan aktivitas perdagangan menjelang pergantian tahun,” ujar Lukman kepada Kompas.com Selasa pagi ini.Prospek pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI Rate) masih menjadi sentimen yang membebani pergerakan rupiah. Di sisi lain, posisi mata uang garuda dinilai sudah berada di area jenuh jual atau oversold, sehingga membuka ruang terjadinya rebound teknikal meski dalam skala terbatas.“Walau prospek pemangkasan suku bunga BI masih membebani, namun posisi rupiah juga sudah oversold,” paparnya.Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan berada dalam kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dollar AS.Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Selasa pagi atau hari terakhir perdagangan bursa tahun ini.Data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip melalui RTI, IHSG dibuka di level 8.627,40 dan langsung terkoreksi hingga menyentuh terendah 8.584,87.Di sesi awal, indeks hanya mampu mencatatkan level tertinggi di 8.629,44 sebelum kembali tertekan. Hingga pukul 09.14 WIB, indeks berada di posisi 8.598,40 atau melemah 45,85 poin setara 0,53 persen.Baca juga: Cashless Tanpa Nurani: QRIS, Rupiah, dan Warga TerpinggirkanTercatat sebanyak 285 saham turun, 230 saham menguat dan 184 bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 5,50 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 3,26 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 411.930 kali.Pergerakan sektoral di pasar saham berlangsung bervariasi, di mana sejumlah sektor bertahan di zona hijau, sementara lainnya tertekan.Sektor infrastruktur mencatatkan penguatan 1,35 persen, barang konsumsi non-siklikal menguat 0,54 persen, teknologi naik 0,25 persen, barang konsumsi siklikal bertambah 0,24 persen, transportasi dan logistik bergerak menguat 0,12 persen.Lebih jauh, tekanan masih membayangi sejumlah sektor. Barang baku menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,73 persen. Pelemahan juga dialami sektor energi 0,47 persen, perindustrian turun 0,37 persen, keuangan terkoreksi 0,25 persen, properti turun 0,15 persen dan kesehatan melemah 0,11 persen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 21:54