MoU di Jerman, Potensi Transaksi Sarung Tangan Medis Indonesia  Rp 200 M

2026-01-16 13:55:50
MoU di Jerman, Potensi Transaksi Sarung Tangan Medis Indonesia  Rp 200 M
JAKARTA, - Produsen sarung tangan medis dan non medis Indonesia, PT Haloni Jane dari Indonesia meneken memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan Brasil,  Excel Med Distribuidora De Materiais Medicos E Odontologicos LTDA. Adapun kesepakatan ditandatangani kedua pihak dalam pameran dagang alat kesehatan terbesar di dunia, Medica 2025 di Düsseldorf, Jerman pada Rabu . Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi, mengatakan, MoU itu menunjukkan posisi Indonesia sebagai produsen alat kesehatan bisa berkompetisi di pasar dunia dan menjadi tonggak penting ekspor Indonesia. “Medica 2025 telah menjadi panggung signifikan unjuk menunjukkan bahwa peralatan kesehatan Indonesia diakui dunia dan memenuhi standar internasional,” kata Puntodewi dalam keterangan resminya, Jumat . Baca juga: Kemenperin Duga Kontaminasi Cesium-137 Bisa dari Peleburan Alat Medis Direktur Excelmed, Antoine R. Callou, mengatakan, pembelian sarung tangan medis dari PT Haloni Jane akan semakin meningkat. Menurutnya, Excelmed sudah mulai mengimpor sarung tangan dari PT Haloni Jane sejak Pameran Medica tahun 2023. “Kami puas dengan kualitasnya, sehingga akan meningkatkan nilai pembelian dari USD 9,6 juta menjadi USD 12 juta (Rp 200 miliar) per tahun mulai tahun depan,” ujar Exelmed. Baca juga: Tingkat Tren Medis Tembus 19 Persen, Solusi Data-driven Jadi Cara Cermat Perusahaan Kelola Biaya Kesehatan Karyawan Selain Mou produk sarung tangan medis, perusahaan Indonesia lainnya, PT Graha Teknomedika dan Rumah sakit Dharmais juga meneken MoU dengan European Life Technologies Hungary Zrt. (ELT) dari Hungaria, Sulico Ltd. Hungary dari Hungaria, dan Qualysoft Information Technology dari Slovakia. Kesepakatan meliputi investasi pengembangan kesehatan, penelitian, dan genetika molekuler yang juga diteken dalam pameran Medica 2025. Terkait kedua MoU ini, Kementerian Perdagangan mendorong sinergi yang kuat antara pelaku industri alat kesehatan Indonesia dengan mitra strategis di dunia. “Hal ini akan bermanfaat dalam peningkatan ekspor Indonesia, mewujudkan transfer teknologi, serta memperkuat kapasitas produksi dalam negeri,” ujar Puntodewi. Baca juga: Survei: Biaya Medis Jadi Alasan Pasien Indonesia Tunda Perawatan Adapun MoU disaksikan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus, Staf Khusus Menteri Perdagangan RI Slamet Nur Achmad Effendy, dan Duta Besar RI untuk Hungaria Penny Dewi Herasati. Pameran Medica diketahui berlangsung selama 17-20 November 2025. Ajang itu memang diketahui dihadiri pelaku bisnis lintas benur, termasuk dari Amerika Latin. Kementerian Perdagangan menyebut, industri alat kesehatan global diproyeksikan akan terus tumbuh mencapai 717,38 dollar Amerika Serikat pada 2029 mendatang. Pasar alat kesehatan Jerman juga diprediksi bakal meningkat dari 33,6 miliar dollar Amerika Serikat (AS) 2024 menjadi 40.08 miliar dollar AS pada 2029. Sementara, ekspor alat kesehatan dari Indonesia dengan Kode HS 90 suda mencapai 890,3 juta dollar AS ke seluruh dunia pada 2024. Angka itu naik 29 persen dibanding 2020.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 14:13