MedcoEnergi Turunkan Emisi 1,5 Juta Ton, Pimpin Transisi Energi Asia Tenggara

2026-01-12 07:06:55
MedcoEnergi Turunkan Emisi 1,5 Juta Ton, Pimpin Transisi Energi Asia Tenggara
JAKARTA, – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menegaskan posisinya sebagai pemain utama energi di Asia Tenggara dengan strategi berbasis tiga pilar, yakni pilar hulu minyak dan gas, pilar ketenagalistrikan, serta pilar pertambangan tembaga. Langkah ini disampaikan CEO Roberto Lorato dalam ajang Asia Pacific Energy Capital Assembly 2025 di Singapura, 9–10 Juni 2025 lalu.“Dengan menyeimbangkan ketiga pilar ini, kami ingin memastikan MedcoEnergi menjadi penyedia solusi energi yang terjangkau, andal, dan lebih bersih bagi kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujar Lorato, Rabu lalu melalui keterangannya.Lantas, seperti apa tiga pilar MedcoEnergi?Pilar pertama yakni pilar minyak dan gas tetap menjadi fondasi utama bisnis MedcoEnergi. Dalam rangka memperkuat portofolio gas di Sumatra Selatan, perusahaan akan mengakuisisi 45 persen hak partisipasi sekaligus menjadi operator PSC Sakakemang, serta 80 persen hak partisipasi pada South Sakakemang.Langkah ini efektif setelah persetujuan pemerintah dan sejalan dengan strategi jangka panjang untuk mengakuisisi aset dengan potensi pertumbuhan signifikan.“Konsolidasi portofolio ini memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada serta memperkuat akses pasar di bawah kerangka regulasi yang dipahami dengan baik,” kata Lorato, Selasa .Selain itu, MedcoEnergi menambah kepemilikan di PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menjadi 40 persen, yang menyalurkan gas dari PSC Corridor dan pemasok lain ke Riau, Batam, dan Singapura, memperkuat rantai nilai gas terintegrasi di Jawa dan Sumatra.Baca juga: MedcoEnergi Pasang Tiga Pilar untuk Rebut Peluang Energi Asia TenggaraPilar kedua adalah ketenagalistrikan. Di sisi ketenagalistrikan, MedcoEnergi gencar mengembangkan energi baru dan terbarukan. Saat ini, kontribusi energi terbarukan mencapai 25 persen dari total kapasitas terpasang unit bisnis ketenagalistrikan.Contohnya yakni proyek geotermal Ijen dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bali Timur, serta pemasangan 1.500 panel surya di Blok Corridor dengan kapasitas 885 KWp.Panel surya ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.124 MWh listrik bersih per tahun, menghemat konsumsi gas sekitar 18 MMscf, dan menurunkan emisi karbon hingga 934 ton CO2e per tahun.“Ini bukan sekadar instalasi teknologi, tapi bagian dari langkah nyata untuk mendukung efisiensi operasi sekaligus mengurangi jejak karbon kami,” ujar Ronald Gunawan, Direktur & COO MedcoEnergi, Selasa melalui keterangannya.Menurut Ronald, inisiatif panel surya MedcoEnergi ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan hulu migas.Baca juga: Emisi MedcoEnergi Turun 1,5 Juta Ton, Lampaui Target 2025Pilar ketiga, yakni pertambangan tembaga. Pilar ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk mendukung elektrifikasi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.Lorato menjelaskan, tembaga adalah mineral penting untuk teknologi energi bersih dan kendaraan listrik, sehingga investasi di sektor ini merupakan langkah strategis yang memadukan pertumbuhan bisnis dengan keberlanjutan.Ditilik dari sisi keberlanjutan, MedcoEnergi sendiri mencatatkan prestasi dengan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 lebih dari 1,5 juta ton CO2e dibandingkan tahun dasar 2019. Jumlah ini telah melampaui target 2025 sebesar 1,08 juta ton.“Pengurangan emisi adalah bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. MedcoEnergi terus menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi yang dilakukan secara paralel dengan operasi kami di lapangan,” kata Ronald Gunawan, Selasa .Baca juga: MedcoEnergi Siapkan Strategi Baru Hadapi Krisis Energi Global


(prf/ega)