Ribuan Rumah Terendam, Ini Penyebab Banjir dan Longsor Sibolga dan Sekitarnya

2026-01-12 05:55:51
Ribuan Rumah Terendam, Ini Penyebab Banjir dan Longsor Sibolga dan Sekitarnya
- Bencana banjir dan tanah longsor melanda empat wilayah di Sumatera Utara, yakni: Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, pada Senin hingga Selasa .Peristiwa ini diduga dipicu cuaca ekstrem yang terjadi secara bertubi-tubi, dipengaruhi dua sistem cuaca signifikan, yakni Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.Hal itu diketahui dari laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta soal cuaca ekstrem di wilayah Sumatra Utara pada 25 November 2025.Baca juga: Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 MengungsiBerdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu pukul 07.00 WIB, hujan deras dengan durasi lebih dari dua hari telah memicu banjir dan longsor di Kota Sibolga.Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara; Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan; serta Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.Arus banjir dilaporkan cukup kuat, membawa material lumpur, batang pohon, puing bangunan, hingga sampah rumah tangga, serta merusak sejumlah rumah dan infrastruktur.Baca juga: Banjir dan Longsor di Sibolga serta Tapteng: 9 Orang TewasDok Polda Sumut Polisi membersihkan puing longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa Sementara untuk tanah longsor, wilayah terdampak mencakup Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara.Longsor juga melanda Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, serta sejumlah kelurahan di Kecamatan Sibolga Sambas dan Sibolga Kota.Satu warga dilaporkan luka-luka dan telah mendapatkan perawatan.Adapun kerugian material sementara meliputi tiga rumah terdampak, termasuk satu rumah toko, serta gangguan akses jalan akibat material longsor.Baca juga: Mengapa Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa? Ini Penjelasan BMKGDampak terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan 8 warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 jiwa mengungsi.Banjir dan longsor tercatat melanda 11 kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, hingga Angkola Muaratais.Di Tapanuli Utara, sebanyak 50 unit rumah terdampak, sementara dua jembatan dilaporkan putus.BPBD merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom untuk mengatasi putusnya akses.Di Tapanuli Tengah, banjir merendam 1.902 rumah di 9 kecamatan, mulai dari Pandan hingga Pinangsori.


(prf/ega)