Penurunan Tanah Perparah Banjir Bandung Selatan, Wilayah Dayeuhkolot hingga Bojongsoang Bak "Mangkuk"

2026-01-12 04:36:46
Penurunan Tanah Perparah Banjir Bandung Selatan, Wilayah Dayeuhkolot hingga Bojongsoang Bak
BANDUNG, KOMPAS. com — Banjir yang kembali merendam wilayah Bandung Selatan, Jawa Barat, terutama di Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Bandung Selatan dan sekitarnya, tidak semata dipicu oleh tingginya curah hujan.Penurunan muka tanah yang berlangsung selama bertahun-tahun dinilai menjadi faktor kunci yang memperparah banjir dan membuat genangan sulit surut.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengidentifikasi penurunan permukaan tanah sebagai salah satu faktor utama yang memperparah banjir tahunan di wilayah Bandung selatan. Baca juga: Pakar ITB Sebut Banjir Bandung Raya Terancam Makin Parah pada 2050Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, kondisi penurunan permukaan tanah membuat sejumlah wilayah kini berada lebih rendah daripada permukaan air.Akibatnya, luapan sungai kian sulit dikendalikan meski curah hujan tidak terlalu ekstrem. “Bandung ini permukaannya sudah sangat di bawah laut. Itulah kenapa air selalu naik setiap musim hujan,” ujar Dedi saat ditemui di Kantor Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu . Baca juga: Ikuti Langkah Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Moratorium Izin PerumahanPeneliti dari Jurusan Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Ir Heri Andreas ST MT, menjelaskan bahwa wilayah Bandung Selatan mengalami penurunan muka tanah yang cukup signifikan.Pada fase awal, laju penurunan tanah bahkan bisa mencapai 8 hingga 10 sentimeter per tahun. “Kalau penurunan ini terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun, maka akan terakumulasi dan membentuk cekungan atau subsidence. Secara alami, air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Akibatnya, wilayah tersebut berubah menjadi cekungan banjir,” ujar Heri, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa .Baca juga: Belajar dari Bencana di Sumatera, Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Konservasi Jawa BaratKondisi itu menyebabkan kawasan Dayeuhkolot dan Bojongsoang kini menyerupai mangkuk raksasa. Air dari berbagai arah, termasuk limpasan sungai dan air hujan, akan berkumpul di wilayah tersebut.“Itulah sebabnya, ketika banjir terjadi, air sangat sulit cepat kering. Airnya sudah terlanjur terkumpul di satu cekungan besar,” kata Heri.Humas Jabar Situasi banjir yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat akibat hujan deras yang melanda tersebut selama sepekan, Minggu .Menurut Heri, penurunan muka tanah di Bandung Selatan pada awalnya dipicu oleh aktivitas industri yang berkembang cukup masif. Industri-industri tersebut banyak memanfaatkan air tanah dalam jumlah besar, sehingga tekanan terhadap lapisan tanah meningkat.Seiring waktu, pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan permukiman memperparah kondisi tersebut.


(prf/ega)