Penutupan TPA Piyungan Kian Dekat, Yogyakarta Hadapi Beban 300 Ton Sampah Harian

2026-01-12 17:27:52
Penutupan TPA Piyungan Kian Dekat, Yogyakarta Hadapi Beban 300 Ton Sampah Harian
YOGYAKARTA, - Penutupan TPA Piyungan yang direncanakan pada Januari 2026 disebut sebagai kondisi emergency bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.“Rencana penutupan ini tentu sebuah emergency bagi Pemerintah Kota Yogyakarta selaku pengambil kebijakan,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nujanat, Senin .Sinar menjelaskan bahwa selama ini DPRD Kota Yogyakarta telah memberikan dukungan anggaran untuk pengolahan sampah di wilayah kota.Dukungan tersebut diberikan dengan cara memberi keleluasaan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyelesaikan persoalan sampah.Salah satu bentuk dukungan itu adalah pembelian mesin incinerator, yang pengadaannya dilaksanakan sejak 2023 hingga 2025.Namun Sinar menilai pemanfaatan mesin incinerator tersebut masih belum optimal.“Iya sejak 2023 sampai 2025 berikan ruang TAPD pengadaan incenerator meskipun yang dibeli belum optimal berfungsi sebagai harapan kami, semua jadi catatan kami,” ujarnya.Baca juga: RSHS Olah 400 Kg Sampah Organik per Hari Jadi Eco-Enzym, Hemat Puluhan JutaIa berharap Pemkot Yogyakarta lebih fokus dalam perencanaan pengelolaan sampah di tahun-tahun mendatang.“Tahun-tahun yang akan datang harapannya berapapun anggaran yang diserap kecil sedang, besar, dewan berharap dari perencanaan disiapkan dan outputnya menyelesaikan masalah,” tambahnya.Menjelang penutupan TPA Piyungan, Sinar mengingatkan bahwa waktu yang tersisa kurang lebih 45 hari harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri.“Jangan sampai 1 Januari nanti TPA Piyungan ditutup dan tergagap-gagap dihadapkan ketidaksiapan. Sekarang banyak program ada mas jos, biopori jumbo, di setiap OPD dianggarkan buat biopori, tiap OPD mengampu kampung buat mulai pemilahan sampah proses jadi maggot, kompos dan industri kerajinan kreatif dan lainnya,” ucapnya.Jika TPA Piyungan benar-benar ditutup pada Januari 2026, maka beban sampah harian sebanyak 300 ton harus ditangani oleh Pemkot Yogyakarta.“Ditutupnya TPA otomatis 300 ton sampah harian kita terbebani di wilayah kota jadi persoalan serius tidak boleh lengah dan harus cermat ambil kebijakan,” katanya.Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meminta tambahan kuota pembuangan sampah menjelang penutupan TPA Piyungan.Hasto menuturkan bahwa Kota Yogyakarta memproduksi 300 ton sampah per hari, sedangkan kemampuan pengolahan sampah di dalam kota baru mencapai 190 ton per hari.“Maka kita itu bisa menyelesaikan sisanya itu dengan cara mereduksi di tingkat hulu. Makanya tanggapan saya ya kami akan tahu diri dan kami akan mereduksi di tingkat hulu sebanyak-banyaknya dengan target sampai 100 ton,” ujar Hasto di Patangpuluhan, Wirobrajan, Jumat .Hasto menambahkan bahwa Pemkot Yogyakarta terus mendorong pengurangan sampah melalui berbagai program, salah satunya Mas Jos. Program ini memungkinkan pengumpulan sampah organik langsung dari rumah tangga.“Maka hari ini kita mengumpulkan sisa makanan, sisa sayur dengan ember itu kan hari ini terkumpulnya 950 ember. Itu ya sudah mendekati 25 ton,” katanya.


(prf/ega)