- Konflik suksesi Keraton Kasunanan Surakarta masih berlanjut usai wafatnya pemegang tahta Keraton Kasunanan Surakarta Raja Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII.Sinuhun PB XIII Hangabehi mangkat usai menjalani perawatan di RS Indriati Solo Baru Sukoharjo, Jawa Tengah lalu.Belum 40 hari pasca kepergiannya, dua pihak telah mengukuhkan penerus raja yang berbeda sehingga memicu dualisme kepemimpinan di dalam keraton.Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya angkat bicara dan menilai perlu ada figur penengah agar polemik tidak berkepanjangan.Pemerintah berharap musyawarah dapat menjadi jalan keluar demi menjaga kelestarian Keraton Surakarta sebagai pusat budaya Jawa.Baca juga: Tedjowulan Sesalkan Jika Dana Hibah Keraton Surakarta Sampai Dibekukan Akibat Konflik Suksesi Menteri Kebudayaan Fadli Zon meyakini bahwa sosok yang dituakan di Keraton Surakarta yakni Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan mampu menjadi penengah terkait konflik dua sosok yang mengukuhkan diri sebagai raja Keraton Surakarta."Dengan adanya Panembahan Agung Tedjowulan bisa menjadi orang yang dituakan untuk mungkin rembukan sekaligus dalam waktu ke depan sampai ke depan ada semacam konsesus," kata Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, Selasa , dikutip dari Antara.Ia menegaskan bahwa Keraton Surakarta merupakan salah satu warisan sejarah yang berperan besar dalam menjaga tradisi dan budaya Jawa.Baca juga: Dualisme Tahta PB XIV Berdampak ke Dana Hibah, Pihak Tedjowulan Minta Penyaluran Lewat Bebadan KeratonDia juga berharap ke depan pihaknya bersama pemangku kepentingan Kasunanan Surakarta dapat berkolaborasi menghadirkan perbaikan."Kita harapkan ke depan kita bisa lakukan perbaikan-perbaikan pada Keraton Surakarta dan bisa menjadi pusat budaya yang penting di kota Solo," jelasnya.Fadli Zon berharap selama masa berkabung setidaknya 40 hari usai berpulangnya Sinuhun Pakubuwono XIII , konflik internal soal penerus raja ini tidak berkepanjangan dan dapat selesai lewat rembuk atau musyawarah keluarga.Sebagaimana diketahui, terjadi konflik penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta sepeninggal Pakubuwono XIII. Hingga kini, konflik yang menjadi dua kubu ini pun masih bergulir.Putra bungsu mendiang PB XIII yakni KGPAA Hamengkunegoro telah mengukuhkan diri sebagai penerus pada hari pemakaman sang ayah dan menyelenggarakan jumenengan beberapa hari setelahnya.Sementara itu pada waktu yang berbeda, Lembaga Dewan Adat (LDA) menobatkan putra tertua mendiang PB XIII yakni KGPH Hangabehi menjadi penerus tahta Keraton Surakarta .Hal ini karena KGPH Hangabehi merupakan putra sulung mendiang Pakubuwono XIII dari istri pernikahan kedua, sedangkan KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo merupakan putra dari istri pernikahan ketiga.Rapat keluarga besar Keraton Surakarta menghasilkan putra tertua Pakubuwono XIII, yakni KGPH Hangabehi menjadi raja berikutnya .Bahkan, penetapan KGPH Hangabehi sebagai putra mahkota sudah dilakukan bertepatan dengan rapat keluarga besar yang diselenggarakan di Kompleks Keraton Surakarta di Solo, Jawa Tengah.
(prf/ega)
Harapan Menbud Fadli Zon agar Tedjowulan Jadi Penengah Konflik Suksesi Keraton Surakarta
2026-01-11 03:09:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:55
| 2026-01-11 03:32
| 2026-01-11 02:52
| 2026-01-11 01:31










































