Efek WFA, Jasa Marga Proyeksi Lonjakan Lalu Lintas Terjadi Besok

2026-01-16 04:55:47
Efek WFA, Jasa Marga Proyeksi Lonjakan Lalu Lintas Terjadi Besok
JAKARTA, - Jasa Marga memproyeksikan adanya peningkatan volume lalu lintas pada Rabu selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan bahwa berdasarkan survei internal, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan di lingkungan pemerintahan maupun sektor lainnya.“Berdasarkan pemantauan lalu lintas dan analisis pola mobilitas kendaraan, kami memproyeksikan adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan keluar Jabodetabek yang akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Selasa .Baca juga: Fakta Kecelakaan Bus Cahaya Trans: Tak Terdaftar dan Tak Laik JalanAdanya perubahan pola perjalanan ini, lanjut Rivan, menjadi faktor penting dalam perencanaan operasional. Jasa Marga telah mengintensifkan koordinasi lintas instansi serta menyiagakan sumber daya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, andal, dan responsif.ANTARA FOTO/Fauzan Foto udara kendaraan memasuki gerbang tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Jumat . Pada H-3 Lebaran 2025, arus kendaraan di Gerbang Tol Cikatama terpantau ramai lancar. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga mengimplementasikan penguatan monitoring real-time, penambahan personel operasional di titik-titik strategis, pengaturan arus lalu lintas bersama kepolisian, serta optimalisasi fasilitas pendukung di rest area.Baca juga: Mobil Hybrid Terendam Banjir: Mahal, Berisiko, dan Sulit DiperbaikiLebih lanjut, sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko keselamatan dan kepadatan, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol untuk mengatur waktu istirahat di rest area sesuai kebutuhan guna mendukung kenyamanan dan keselamatan perjalanan.Pada periode libur H-7 hingga H-3 Hari Natal 2025, yakni 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB hingga 23 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, Jasa Marga mencatat sebanyak 829.223 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek.Jasa Marga Gerbang Tol Cikampek Utama Nataru 2025/2026Jumlah tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung).Baca juga: Montir Wanita Tangguh: Kisah Aphin dan Vespa KlasikTotal volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek meningkat 10,1 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 753.284 kendaraan pada periode yang sama.Jasa Marga Gerbang Tol Prambanan Nataru 2025/2026Adapun distribusi lalu lintas dari ketiga arah, sebanyak 377.497 kendaraan menuju arah Timur (Trans-Jawa dan Bandung), 254.004 kendaraan menuju arah Barat (Merak), dan 197.722 kendaraan menuju arah Selatan (Puncak).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-16 04:11