Hampir Tiga Perempat Usaha Keluarga di Asia Belum Siapkan Penerus

2026-01-12 05:45:20
Hampir Tiga Perempat Usaha Keluarga di Asia Belum Siapkan Penerus
JAKARTA, – Sebagian besar usaha keluarga di Asia menghadapi tantangan besar dalam meneruskan bisnis ke generasi berikutnya. Survei terbaru menunjukkan hanya 27 persen pemilik usaha keluarga yang sudah memiliki rencana penerus usaha yang sepenuhnya tersusun, sementara hampir tiga perempat lainnya belum siap menghadapi transisi kepemilikan.Survei yang dilakukan Sun Life Asia terhadap 1.823 pemilik usaha keluarga di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam pada Oktober 2025 ini menyoroti kesenjangan antara niat menjaga warisan dan kesiapan nyata dalam penerusan usaha.Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia. Sekitar 85 persen perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki keluarga. Bersama UKM yang mencakup 97 persen bisnis, perusahaan keluarga juga mencakup 18 persen dari 500 perusahaan keluarga terbesar di dunia. Hal ini menegaskan pentingnya perencanaan penerus usaha untuk menjaga nilai dan kekayaan lintas generasi.“Peralihan kekayaan lintas generasi dalam skala besar sudah berlangsung di Asia, sehingga penting bagi para pemilik usaha untuk mempersiapkan masa depan dan menjaga warisan mereka,” kata Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, melalui keterangannya, Senin .Meski mayoritas pemilik usaha berniat menyiapkan pengaturan warisan, hanya 27 persen yang sudah memiliki rencana penerus usaha lengkap. Sebanyak 25 persen baru memiliki sebagian rencana, 24 persen sedang menyusunnya, dan 19 persen belum memiliki rencana sama sekali.Baca juga: Lampaui Pewaris Samsung, Pria Ini Jadi Orang Terkaya di Korea SelatanTantangan terbesar terlihat di Vietnam, di mana hanya 14 persen memiliki rencana penerus yang terstruktur, dibandingkan 39 persen di Indonesia, tertinggi di antara negara yang disurvei. Hong Kong hanya 20 persen, sementara Singapura 28 persen.Dalam komunikasi rencana warisan, hanya 44 persen penerus yang terlibat dalam operasional bisnis menyatakan rencana disampaikan secara menyeluruh. Angka ini turun menjadi 27 persen bagi generasi yang tidak terlibat operasional.Forum yang paling umum digunakan antara lain rapat keluarga formal (57 persen), percakapan formal satu lawan satu (52 persen), dan diskusi informal (43 persen).Meski rencana penerus belum memadai, hampir 7 dari 10 keluarga pemilik usaha (69 persen) menempatkan perlindungan keuangan keluarga sebagai prioritas utama. Lebih dari separuh ingin memiliki rencana warisan yang jelas untuk menghindari perselisihan (54 persen), serta membangun kekayaan yang cukup diwariskan ke generasi berikutnya (51 persen).Baca juga: Kisah Sukses Afriandi, Penerus Usaha Kuliner Nasi Gurih dan Lontong Hj HajrahSekitar 68 persen berharap warisan dapat diinvestasikan melalui aset keuangan, asuransi jiwa, atau bisnis keluarga untuk pertumbuhan jangka panjang.“Banyak keluarga belum siap menghadapi masa depan, meski memahami pentingnya rencana penerus usaha yang terstruktur. Ini menjadi peluang besar bagi pemilik usaha untuk memperkuat fondasi masa depan, namun banyak yang masih menghadapi risiko yang tidak perlu,” tambah Maika.Perbedaan nilai dan prioritas antar generasi membuat minat penerus melanjutkan bisnis menurun. Di antara generasi yang terlibat aktif, hanya 40 persen percaya penerus bersedia penuh melanjutkan bisnis. Dari yang tidak terlibat, hanya 31 persen bersedia.


(prf/ega)