Banjir Menahun Dayeuhkolot-Bojongsoang, Dedi Mulyadi-Dadang Dorong Relokasi Permanen

2026-02-06 01:24:40
Banjir Menahun Dayeuhkolot-Bojongsoang, Dedi Mulyadi-Dadang Dorong Relokasi Permanen
BANDUNG, — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor atau pentahelix untuk menuntaskan masalah banjir menahun di wilayah Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot.Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa solusi permanen untuk menyelamatkan warga dari kepungan banjir adalah melalui langkah relokasi.Berdasarkan pengalamannya saat menjabat sebagai kepala desa, wilayah tersebut memang memiliki kerawanan tinggi karena letak geografisnya.Dadang mengungkapkan telah berdiskusi intensif dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait rencana pemindahan permukiman warga ke lokasi yang lebih aman.Baca juga: Penurunan Tanah Perparah Banjir Bandung Selatan, Wilayah Dayeuhkolot hingga Bojongsoang Bak Mangkuk"Kondisi banjir ini dirasakan semua pihak. Solusi ke depan pasti harus relokasi. Saya sudah diskusi dengan Pak Gubernur untuk sama-sama mengawal relokasi," ujar Dadang Supriatna saat ditemui, Kamis .Selain rencana relokasi, Dadang menyebut beberapa infrastruktur di Kabupaten Bandung mulai rampung, seperti halnya Jembatan Cijeruk yang sempat viral kini hampir rampung dan siap diresmikan.Selain itu, Dadang juga mencatat adanya perbaikan signifikan di jalur Cidawolong yang kini mulai bebas banjir.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan komitmen penuhnya untuk membantu Pemkab Bandung.Menurutnya, kondisi permukaan air Sungai Citarum di Bandung saat ini sudah berada di bawah permukaan laut sehingga memerlukan penanganan teknis yang serius."Kami siap membantu agar ini tidak menjadi beban terus-menerus bagi Kabupaten Bandung. Fokus utama kami adalah normalisasi Sungai Citarum, mulai dari pengerukan sedimentasi yang sudah tebal hingga pelebaran sungai," katanya saat mengunjungi Kantor Kecamatan Bojongsoang, beberapa waktu lalu.Baca juga: Nenek 65 Tahun Jadi Korban Banjir di Dayeuhkolot, Perahu Karet Antar Jenazah ke PemakamanSebagai langkah awal pelebaran sungai, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung akan menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran.Dedi memastikan warga terdampak akan diperlakukan secara manusiawi."Cari rumah kontrakan dulu untuk sementara, sambil Pemprov dan Pemkab menyiapkan tempat relokasi permanen. Jika sungai sudah diperlebar dan warga sudah pindah, kita tidak akan pusing lagi meski air meluap," tuturnya.Dedi mengungkapkan, selain relokasi, pihaknya sudah menyiapkan skema jangka panjang dan jangka pendek."Kalau jangka pendek itu penertiban bantaran sungai dan penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak. Jangka panjangnya, pembangunan embung-embung atau kolam retensi sebagai pengendali debit air di Bojongsoang dan Dayeuhkolot," ucap Dedi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-05 23:20