Rasa Malu Membuat Orang Makin Terjebak Pinjol, Ini Kata Psikolog

2026-01-12 05:10:48
Rasa Malu Membuat Orang Makin Terjebak Pinjol, Ini Kata Psikolog
– Pinjaman online atau pinjol kerap bermula dari kebutuhan mendesak. Namun, bagi sebagian orang, masalah tidak berhenti pada utang yang menumpuk.Tekanan psikologis, terutama rasa malu, justru membuat seseorang semakin terjebak dan sulit keluar dari lingkaran pinjol.Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi menjelaskan, rasa malu merupakan salah satu faktor psikologis paling kuat yang membuat orang enggan membicarakan masalah pinjol, bahkan kepada keluarga atau orang terdekat.“Banyak orang menyembunyikan utang pinjol karena merasa gagal mengelola keuangan. Rasa malu ini membuat mereka memilih diam, padahal justru memperburuk kondisi,” ujar Meity saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Baca juga: Cara Memutus Rantai Ketergantungan Pinjol Menurut Psikolog, Ubah Pola PikirMenurut Meity, dalam banyak budaya, kemampuan mengelola keuangan masih sering dikaitkan dengan nilai diri dan keberhasilan pribadi.Ketika seseorang terlilit utang, terutama pinjol yang kerap mendapat stigma negatif, muncul perasaan tidak berharga dan takut dinilai buruk.“Utang sering dipersepsikan sebagai kegagalan pribadi, bukan sebagai situasi yang bisa dialami siapa saja. Inilah yang memicu rasa malu berlebihan,” jelasnya.Akibatnya, seseorang berusaha mempertahankan citra diri sebagai individu yang mandiri dan mampu secara finansial, meski kenyataannya sedang berada dalam tekanan berat.Selain faktor internal, tekanan sosial juga memperkuat rasa malu. Meity menyoroti peran lingkungan dan media sosial yang kerap menampilkan standar hidup tertentu, sehingga seseorang merasa harus terlihat ‘baik-baik saja’.“Social comparison membuat orang takut kehilangan penerimaan sosial. Mereka khawatir dianggap tidak mampu atau menjadi beban jika masalah keuangannya diketahui,” kata Meity.Dalam kondisi ini, pinjol sering dijadikan solusi diam-diam. Ironisnya, sikap menutup diri justru membuat seseorang semakin bergantung pada pinjol karena merasa tidak punya tempat aman untuk meminta bantuan.Meity menjelaskan, rasa malu tidak hanya membuat seseorang enggan berbagi cerita, tetapi juga menghambat pengambilan keputusan yang lebih sehat.Ketika utang mulai menumpuk, individu yang diliputi rasa malu cenderung mencari jalan keluar sendiri, termasuk kembali menggunakan pinjol lain untuk menutup utang sebelumnya.“Ini membentuk lingkaran setan. Semakin malu, semakin tertutup. Semakin tertutup, semakin sulit mencari solusi yang realistis,” ujarnya.Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan stres kronis, kecemasan berlebihan, gangguan tidur, hingga depresi.Baca juga: Tak Ingin Kecanduan Pinjol? Ini Cara Mencegahnya Menurut Psikolog


(prf/ega)