JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia nampak menggelar pertemuan di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa .Pertemuan ini terkuak, melansir laman Instagram Purbaya, yakni @menkeuri. Dalam unggahannya, Purbaya nampak menghadiri rapat dan bertemu Bahlil. Kedua menteri tersebut membahas subsidi LPG dan kuota LPG di periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Menariknya, pertemuan dua tokoh ini berlangsung singkat, hanya sekitar 30 menit.Dalam rapat singkat tersebut, tokoh yang hadir tak hanya Purbaya dan Bahlil. Dalam unggahan di media sosial Purbaya, nampak Kepala BP BUMN Dony Oskaria serta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri. "Pemerintah berkomitmen menjaga subsidi LPG tersalurkan secara terkendali dan tepat sasaran," tulis Purbaya dalam unggahannya di @menkeuri, dikutip Selasa .Baca juga: Ribuan Warga di Jaktim Kini Bisa Masak Tanpa LPG, Hemat Sampai Rp 1,2 Juta Lebih jauh Purbaya mengatakan komitmen ini bertujuan untuk menjaga setiap rupiah #UangKita atau APBN agar bisa membawa manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Purbaya mengapresiasi Bahlil yang telah cepat mengambil keputusan dalam menjaga subsidi LPG. Sehingga ia akan mengikuti keputusan sang Menteri ESDM tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan menambah kuota subsidi LPG di periode tersebut.Sayangnya, Bahlil tak menjelaskan lebih lanjut berapa banyak tambahan kuota yang disiapkan ke depan.Baca juga: Purbaya Datangi Kantor Bahlil, Sepakati Penambahan Kuota LPG 3 Kg 370.000 Metrik Ton/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Pressroom Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa .Dalam kesempatan berbeda, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyebut, pemerintah berencana menambah kuota LPG subsidi sebanyak 370.000 metrik ton (MT) di sisa tahun 2025. Penambahan kuota LPG dilakukan dengan mempertimbangkan target kuota LPG 2025 yang sebesar 8,17 juta metrik ton, lebih rendah 0,06 juta metrik ton dari realisasi 2024.Target tersebut juga lebih rendah dari prognosa 2025 yang mencapai 8,5 juta metrik ton. "Kemudian prognosa sampai 2025 itu ada kebutuhan 8,5 juta metrik ton, ada penambahan kan over 0,37 juta atau sekitar 370.000an lah," ujar Anggia kepada media di Pressroom Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa. Baca juga: Elpiji 3 Kg Mau Jadi Satu Harga, Pemerintah Kebut Aturannya Meskipun kuota LPG subsidi ditambah, Anggia memastikan anggaran subsidi LPG 2025 tidak mengalami perubahan. Keputusan penambahan kuota LPG subsidi ini belum final karena akan dibahas dalam rapat terbatas (ratas) untuk mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
(prf/ega)
Di Balik 30 Menit Purbaya Temui Bahlil, Ulik Kuota LPG Jelang Nataru
2026-01-12 05:26:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:47
| 2026-01-12 03:56
| 2026-01-12 03:25
| 2026-01-12 02:52










































