Penjelasan Psikolog soal Game Kekerasan yang Picu Anak Bunuh Ibu di Medan

2026-01-11 03:12:31
Penjelasan Psikolog soal Game Kekerasan yang Picu Anak Bunuh Ibu di Medan
MEDAN, - Psikolog Forensik Irna Minauli menyatakan, paparan game online berisi kekerasan menjadi faktor kuat di balik insiden pembunuhan ibu kandung berinisial F (42) oleh anaknya, AL (12), di Kota Medan.Irna menjelaskan, game online kekerasan dapat menyebabkan anak mengalami desensitisasi atau ketidakpekaan terhadap kekerasan, sehingga menganggapnya sebagai hal normal atau bagian dari permainan."Mereka menganggap kekerasan sebagai hal yang normal atau bahkan merupakan bagian dari permainannya," kata Irna kepada Kompas.com melalui telepon pada Selasa (30/12/2025Baca juga: Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Berawal dari Game Online Namun, Irna menekankan, tidak semua anak terpengaruh tanpa adanya faktor predisposisi, yaitu kondisi laten yang membuat anak rentan.Faktor-faktor tersebut meliputi paparan kekerasan sebelumnya, keluarga yang kurang harmonis, serta kepribadian yang labil secara emosional dan kurang empati."Faktor risiko ini akan lebih terpengaruh dibandingkan jika anak tidak memiliki faktor predisposisi di atas," ujar Irna."Selanjutnya, faktor pencetus (trigger) juga akan memunculkan terwujudnya perilaku kekerasan yang ada dalam diri anak," tambahnya.Irna menambahkan, faktor game kekerasan menjadi kuat ketika ditambah dengan kondisi ibu yang sering menunjukkan tindakan kekerasan."Ya cukup kuat karena sering ditonton dan ada faktor predisposisi sebelumnya seperti keluarga yang kurang harmonis, paparan kekerasan dalam keluarga, emosi yang kurang stabil," sebut Irna.Baca juga: Polisi Tak Temukan DNA Ayah di TKP Anak Bunuh Ibu di Medan Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak menyampaikan, sebelum kejadian, korban bersama dua anaknya tidur di kamar lantai satu.AL dan korban tidur di kasur atas, sementara kakaknya di kasur bawah.Suami korban beristirahat di lantai dua.Pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB, AL terbangun, mengambil pisau, membuka baju, dan melukai korban yang sedang tertidur."Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn saat konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin .Korban mengalami 26 luka tikam. Kakak AL terbangun karena ditimpa adiknya dan melihat AL menikam ibu mereka berkali-kali.


(prf/ega)