Janji, Kritik, hingga Maaf: Jalan Berliku Pemulihan Listrik di Aceh

2026-01-12 05:22:59
Janji, Kritik, hingga Maaf: Jalan Berliku Pemulihan Listrik di Aceh
JAKARTA, - Sistem kelistrikan Aceh menjadi sorotan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November lalu. Pasalnya, dibandingkan Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), proses pemulihan listrik di Aceh tercatat sebagai yang paling lama. PT PLN (Persero) melaporkan sistem kelistrikan Sumbar pulih 100 persen pada 5 Desember 2025, sedangkan sistem kelistrikan Sumut pulih sepenuhnya pada 7 Desember 2025. Artinya, dalam seminggu sejak akhir November bisa rampung. Namun berbeda dengan Aceh, yang sistem kelistrikannya baru dinyatakan pulih sepenuhnya pada 20 Desember 2025, yang dilanjutkan dengan distribusi listrik secara bertahap ke masyarakat.Baca juga: Bahlil: Alhamdulillah, Listrik Banda Aceh Sudah NormalPascabencana, pemulihan listrik menjadi salah satu sorotan karena bersifat sangat krusial untuk mendukung layanan darurat, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi warga. Dalam mendampingi tinjauan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang pada 7 Desember 2025 lau, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat melaporkan bahwa jaringan listrik Aceh pulih 93 persen. "Malam ini nyala semua, Pak. Seluruh Aceh (listrik pulih), 93 persen malam ini semua Aceh nyala," kata Bahlil. Pada saat kunjungan Presiden, Aceh Tamiang pun mengalami nyala listrik. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah listrik kembali padam setelah agenda kunjungan tersebut selesai. Sorotan masyarakat pun menguat terhadap pernyataan Bahlil yang menjanjikan listrik Aceh pulih, bersamaan dengan pulihnya listrik di Sumbar dan Sumut. Ternyata per 11 Desember 2025, Kementerian ESDM melaporkan bahwa sistem kelistrikan Aceh baru pulih 36 persen.Baca juga: Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Listrik Banda Aceh Baru Pulih 60 MW/Syakirun Ni'am Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui si acara di Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 di Kuningan, Jakarta, Senin .Bahlil pun menyatakan permintaan maaf karena sistem kelistrikan Aceh belum sepenuhnya pulih seperti yang dijanjikannya. Ia menuturkan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam memperbaiki sistem kelistrikan di wilayah terdampak bencana longsor dan banjir, sehingga proses pemulihan memerlukan waktu lebih panjang. "Saya yakin dan percaya bahwa pasti masih banyak kekurangan pasti masih terjadi hal-hal yang tidak pernah kita perkirakan terjadi di lapangan," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa . "Karena itu sebagai pemerintah juga ikut prihatin yang sedalam-dalamnya, dan kalau ada yang memang belum maksimal kita memberikan pelayanan, kami memohon maaf," lanjutnya.Baca juga: PLN Pulihkan Transmisi Pangkalan Brandan–Langsa, Listrik Aceh Kembali Terhubung dengan Sistem Kelistrikan Sumatera Begitu pula dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan permohonan maaf karena banyak daerah di Aceh yang masih mengalami pemadaman listrik. Ia menjelaskan bahwa terjadi kerusakan yang masif pada sistem kelistrikan Aceh akibat bencana longsor dan banjir. Kondisi tersebut membuat proses perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang karena adanya berbagai hambatan teknis. "Saya memahami betul kekecewaan dan kesulitan masyarakat. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini. Saya mohon maaf, dan memastikan bahwa kami tim terus bekerja penuh untuk bagaimana memulihkan sistem kelistrikan di Aceh," kata Darmawan.Baca juga: ESDM: 776.875 Pelanggan PLN di Aceh Sudah Tersambung Listrik Dia mengatakan, banyak tower transmisi yang roboh tersapu banjir. Upaya perbaikan tower-tower transmisi pun segera dilakukan PLN sejalan dengan arahan Menteri ESDM. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengangkutan material dan penarikan kabel di medan yang berat, maka perbaikan tower berhasil dilakukan. Bertepatan dengan tibanya Presiden Prabowo bersama Bahlil saat meninjau ke lokasi bencana, PLN pun menyatakan optimistis pasokan listrik di Aceh akan segera pulih sebab secara fisik sudah dilakukan perbaikan, hanya tinggal menyambung secara sistem. Namun ternyata proses penyambungan secara sistem tidak berjalan seperti yang diharapkan. Darmawan bilang terjadi hambatan teknis yang membuat pemulihan listrik di wilayah Aceh tidak bisa berjalan dengan optimal. "Ternyata dalam proses pengaliran listrik dari Arun ke Banda Aceh kami menghadapi tantangan hambatan teknis.  Kenyataannya bahwa penyaluran listrik ini jauh lebih berat daripada perkiraan kami. Kami mengakui kerusakan jaringan kami sangat parah," jelas Darmawan.Baca juga: PLN Indonesia Power Pastikan Jaga Keandalan Pasokan Listrik Sumut


(prf/ega)