Banjir Aceh, Lhokseumawe Lumpuh Total, 27 Desa Terendam

2026-01-14 08:14:59
Banjir Aceh, Lhokseumawe Lumpuh Total, 27 Desa Terendam
ACEH TENGAH, - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan tersebut.Tidak ada aktivitas perkantoran dan sekolah karena seluruhnya terendam banjir.Data yang diperoleh dari Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Lhokseumawe hingga Kamis menyebutkan, sebanyak 27 desa dari 68 desa dalam kota itu terendam.Sebanyak 27 titik pengungsian juga terendam banjir.Baca juga: Aceh Utara Terendam Banjir, Bantuan Logistik Kian MenipisKepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, menyebutkan bahwa fokus pemerintah kini adalah penanganan pengungsi korban banjir dan distribusi makanan."Kami fokus evakuasi korban banjir juga. Kami akui, belum semua titik pengungsian bisa kami tembus karena ketinggian air yang luar biasa," ujar Taruna.Dia mencontohkan bahwa titik pengungsian di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, belum berhasil ditembus sejak kemarin."Ketinggian air di sana sekitar dua meter. Kami kerahkan seluruh boat yang dimiliki, tetapi belum berhasil menjangkau seluruh titik," ujarnya.Titik pengungsi lainnya yang belum mendapatkan bantuan bahan pangan ialah Desa Kumbang Punteut, Kecamatan Blang Mangat, dan Gang Veteran Kampung Jawa Baru, Kota Lhokseumawe.Baca juga: Aceh Tengah Terisolasi, Banjir dan Longsor Lumpuhkan Total Akses Jalan, Butuh Alat BeratSebelumnya diberitakan, banjir merendam sejumlah daerah di Aceh.Saat ini, banjir juga merendam Kabupaten Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Utara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 06:09