10 Jet Tempur Kawal Kepulangan Raja Yordania Abdullah II

2026-02-02 15:20:55
10 Jet Tempur Kawal Kepulangan Raja Yordania Abdullah II
Jakarta- Presiden Prabowo Subianto tak hanya menyiapkan sambutan istimewa untuk Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein. Dia juga melepas kepulangan sahabat karibnya itu dengan hangat.Sebanyak 10 pesawat tempur milik TNI AU dikerahkan Prabowo untuk mengawal kepulangan pesawat Raja Abdullah II di wilayah udara Indonesia.Berdasarkan pantauan sejumlah pesawat tempur sempat melintas di atas langit Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, sebelum Raja Abdullah II lepas landas meninggalkan Indonesia, Sabtu . Jet tempur tersebut mengawal pesawat Raja Abdullah II dari Halim Perdanakusuma hingga meninggalkan wilayah udara IndonesiaAdvertisementJet tempur itu terdiri dari, 7 pesawat tempur F-16 dan 3 pesawat tempur T50. 10 pesawat tempur itu juga sempat mengawal pesawat Raja Abdullah II saat tiba di wilayah udara Indonesia, Jumat 14 November 2025 hingga mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma."Sebagai bentuk penghormatan, pesawat kenegaraan yang membawa Raja Abdullah II ibn Al Hussein dikawal secara khusus oleh 7 pesawat tempur F-16 dan 3 pesawat tempur T50 milik TNI AU saat memasuki wilayah udara Indonesia," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip dari akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Sabtu . 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 14:10