Mahasiswanya Diduga Menyontek Massal, SNU Anulir Nilai Ujian Akhir

2026-01-12 04:20:25
Mahasiswanya Diduga Menyontek Massal, SNU Anulir Nilai Ujian Akhir
- Dugaan praktik menyontek saat ujian akhir semester terjadi di mata kuliah umum program sarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam di Seoul National University (SNU) Korea Selatan.Ujian ini berlangsung untuk peserta didik kelas jarak jauh militer, yang diikuti mahasiswa laki-laki yang sedang cuti karena wajib militer.Baik kelas maupun ujian dilakukan secara daring.Sebenarnya antisipasi terjadinya kecurangan telah dibuat kampus bergengsi tersebut dengan mengharuskan siswa untuk tetap menampilkan soal ujian di layar, sebagaimana diberitakan Korea JoongAng Daily, Minggu .Setiap kali mahasiswa membuka tab atau jendela lain di komputer saat mengerjakan ujian, asisten pengajar akan meninjau log tersebut dan catatan akan dibuat.Baca juga: Kisah Zaki, Alumnus IPB yang Lulus S2 Seoul National University, Belasan Kali Gagal Raih BeasiswaNamun, asisten pengajar mengatakan bahwa menemukan hampir setengah bagian dari total 36 mahasiswa memiliki catatan telah melihat jendela lain.Meskipun catatan tersebut tidak menunjukkan konten apa yang dilihat, sehingga tidak mungkin untuk membuktikan kecurangan secara pasti.Profesor mata kuliah tersebut memilih untuk tidak memberikan tindakan disiplin kepada mahasiswa secara individual.Ia malah membatalkan semua hasil ujian serta mewajibkan setiap mahasiswa untuk menyerahkan tugas pengganti.Baca juga: PresUniv Undang Shin Tae-yong Beri Kuliah Tamu Seoul Beats Korean Festival 2024 SNU kini sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi pelanggaran akademik.Salah Satunya sedang menyusun pedoman tentang sejauh mana mahasiswa dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk tugas kuliah.Termasuk mewajibkan profesor untuk secara jelas menyatakan kebijakan tentang penggunaan AI dalam silabus kelas mereka.SNU juga akan mempertimbangkan alternatif lain. Seperti ujian buku terbuka atau penilaian berbasis tugas, untuk mata kuliah yang membutuhkan ujian daring.“Mengurangi kelas daring itu sendiri tidak sejalan dengan perkembangan zaman. Universitas sedang menjajaki metode evaluasi baru," kata seorang juru bicara SNU, dikutip dari Korea JoongAng Daily,Ini adalah kasus terbaru dalam serangkaian skandal kecurangan yang melibatkan penggunaan AI oleh mahasiswa di universitas-universitas terkemuka Korea, termasuk Universitas Korea dan Universitas Yonsei.Baca juga: 5 Pelajar Indonesia Borong Piala di Yale MUN Seoul, Unjuk Diplomasi Kelas DuniaBeberapa kelas membatalkan nilai ujian atau beralih ke ujian tatap muka setelah kecurangan tersebut terungkap.


(prf/ega)