Permendikbudristek Ini Bakal Disempurnakan Cegah Kekerasan di Sekolah

2026-01-12 07:24:46
Permendikbudristek Ini Bakal Disempurnakan Cegah Kekerasan di Sekolah
JAKARTA, - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pihaknya akan menyempurnakan Peraturan Menteri (Permen) untuk mencegah kekerasan di sekolah.Menurut Mu'ti, Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) perlu disempurnakan dengan ditambah pendekatan yang humanis."Permendikbud yang ada itu perlu kita sempurnakan dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif," kata Mu'ti, saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Prabowo Gelar Rapat Khusus Jelang Berangkat ke Australia, Bahas Apa?Mu'ti mengatakan, penyempurnaan Permen itu dilakukan agar peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini tidak terulang kembali di masa depan."Dengan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, kita berupaya agar peristiwa yang di Jakarta ini mudah-mudahan menjadi yang pertama dan yang terakhir," ucap dia.Mu'ti memandang, Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang PPKSP telah memberikan pesan kuat bahwa selama ini telah memberikan pembinaan."Tapi, mungkin sekali lagi perlu kita sempurnakan karena, ya, kalau kita melihat berbagai penelitian, memang angka kekerasan di lembaga pendidikan ini masih cukup tinggi," ucap dia.Menurut dia, tidak semua kekerasan terjadi di dalam lingkungan sekolah, ada juga yang ditemukan terjadi di luar sekolah.Baca juga: Prabowo Bakal Luncurkan Penggunaan Smartboard untuk Sekolah Pekan Depan"Tidak semuanya terjadi di dalam lingkungan sekolah, sebagian kan juga terjadi di luar lingkungan sekolah, tapi pelakunya juga memang para pelajar. Mereka sebagai pelaku maupun sebagai korban," ucap dia.Oleh sebab itu, pemerintah bakal membangun pendekatan yang lebih humanis dan memperkuat bimbingan konseling."Jadi, pendekatannya adalah pendekatan yang tadi saya sebut, ya, head to head, heart to heart, gitu, supaya murid ini bisa bercerita dari hati ke hati, dari perasaan yang penuh percaya diri untuk bisa menyampaikan berbagai hal kepada guru wali," ujar dia.


(prf/ega)