IHSG Ditutup Menguat Tajam ke 8.318,526, Bursa Ramai Transaksi Rp 18,4 Triliun

2026-01-16 05:15:38
IHSG Ditutup Menguat Tajam ke 8.318,526, Bursa Ramai Transaksi Rp 18,4 Triliun
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan performa impresif, Rabu . Indeks melonjak 0,93 persen atau 76,61 poin ke level 8.318,53.Kenaikan ini mengkonfirmasi momentum bullish di pasar modal domestik, usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2025, di mana ekonomi Tanah Air di periode tersebut tumbuh 5,04 persen.Pada pembukaan perdagangan pagi tadi Indeks turun 40,00 poin atau 0,49 persen ke level 8.201,91.Baca juga: IHSG Dibuka Melemah ke 8.201Berdasarkan data RTI, aktivitas perdagangan tercatat ramai, dengan total 35,26 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,49 triliun.Dari total emiten yang diperdagangkan, 284 saham menguat, sementara 357 saham melemah, dan 168 saham stagnan.Lonjakan indeks hari ini turut mendorong nilai kapitalisasi pasar ke posisi Rp 15.157,46 triliun, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pasar saham nasional.Sebanyak sembilan indeks sektoral mencatatkan kenaikan, sementara dua lainnya melemah. Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan sebesar 3,31 persen, disusul sektor barang baku yang naik 2,51 persen, dan sektor keuangan yang menguat 1,07 persen.Kinerja positif sektor-sektor tersebut berhasil menopang laju IHSG hingga akhir perdagangan. Sebaliknya, dua sektor yang justru tertekan adalah perindustrian yang turun 1,49 persen, serta properti yang melemah 0,47 persen.Baca juga: IHSG Hari Ini Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham dari Para Analis Top gainers LQ45 per hari ini:PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 8,77 persen, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 7,76 persen, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 6,82 persen.Top losers LQ45 per hari ini:PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) -5,94 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) -4,13 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -2,90 persen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 05:14