Pertama Kalinya, Bahasa Indonesia Digunakan dalam Pidato Sidang Umum UNESCO

2026-01-12 04:09:34
Pertama Kalinya, Bahasa Indonesia Digunakan dalam Pidato Sidang Umum UNESCO
- Pertama kalinya pejabat negara Indonesia menyampaikan pidato resmi menggunakan bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO ke-43, Selasa .Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menggunakan bahasa Indonesia dalam bahasa kerjanya dalam gelaran UNESCO di Kota Samarkand, Uzbekistan.Pidato tersebut menjadi tonggak penting karena secara resmi menandai penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja dalam forum Sidang Umum UNESCO untuk pertama kalinya.Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan TKA Tetap Jalan meski Petisi Ramai Dukung PembatalanMendikdasmen Mu’ti membuka pidatonya dengan pantun, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya tak benda Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak 17 Desember 2020.“Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,” ucapnya seperti yang dikutip Kompas.tv, Rabu .Dalam pidatonya, Mendikdasmen ini juga menyampaikan apresiasi kepada UNESCO dan negara-negara anggota atas pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10 di Sidang Umum UNESCO.Baca juga: Mendikdasmen Abdul Muti Akan Kaji Usulan Pengajaran Bahasa Portugis di SekolahMu’ti menegaskan bahwa bahasa Indonesia telah lama berperan sebagai jembatan persatuan di Indonesia, yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik.“Pada hari ini bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam keterangan tertulis kepada Kompas.tv, Selasa.Pidatonya ditutup kembali dengan pantun yang menekankan nilai persatuan dan kedamaian global.“Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” tandasnya.Baca juga: 7 Juli Jadi Hari Pustakawan Indonesia, Ini Alasan Mendikdasmen Abdul Mu’tiKepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa momen di UNESCO tersebut adalah momentum bersejarah yang membanggakan.“Alhamdulillah, hari ini momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia dapat kita saksikan bersama. Bahasa negara kita berkumandang di forum resmi internasional, Sidang Umum UNESCO Tahun 2025,” kata Hafidz, dikutip Antara.Hafidz menerangkan, Mendikdasmen Mu’ti dijadwalkan menyampaikan pidatonya pada pukul 12.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi UNESCO.Pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO ini disepakati secara konsensus dalam Sidang Umum ke-42 UNESCO di Paris melalui Resolusi 42 C/28 pada 20 November 2023.Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul "Pertama dalam Sejarah, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pidato Berbahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO". Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf ke Mendikdasmen soal Banyaknya Gagasan Pendidikan di Jawa Barat


(prf/ega)