Tanaman Mimosa Ancam Ekosistem dan Pencaharian Nelayan di Gunung Rowo Pati

2026-01-12 06:17:32
Tanaman Mimosa Ancam Ekosistem dan Pencaharian Nelayan di Gunung Rowo Pati
PATI, - Tumbuhan air jenis mimosa menjadi persoalan bagi para nelayan di Waduk Gunung Rowo, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.Tanaman air berduri dengan pertumbuhan cepat itu bukan hanya menghambat proses penangkapan ikan, tetapi juga merusak alat tangkap serta mengancam kualitas air waduk.Sekretaris KUB Mina Gunung Rawa Indah, Toni Widya P, mengatakan mimosa kini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan ekosistem waduk dan mata pencaharian nelayan.“Mimosa ini sangat mengganggu. Saat nelayan mau mengambil ikan, tanaman ini mempersulit dan bisa merusak alat tangkap. Pembusukan batangnya juga mencemari air dan mempengaruhi ekosistem waduk,” ungkapnya, Jumat .Baca juga: Warga Gunungsari Pati Tolak Tahura Gunung Muria, DLHK Pastikan Kebun Kopi Bisa DiaksesIa menuturkan, para nelayan selama ini hanya bisa melakukan pembersihan kecil-kecilan secara mandiri.Dari 90 nelayan di sekitar waduk, 50 di antaranya merupakan anggota KUB Mina Gunung Rawa Indah.Toni juga menambahkan bahwa mimosa merupakan tanaman yang sangat sulit dikendalikan.“Musim hujan tumbuh, musim kemarau juga tumbuh. Benihnya menyebar cepat dan sulit dibasmi,” ujarnya.Untuk menjaga kelestarian waduk, KUB juga telah menetapkan aturan bahwa alat tangkap yang diperbolehkan hanyalah jala tebar.Baca juga: Waduk Gunung Rowo di Pati: Daya Tarik, Lokasi, dan RuteMelihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Satuan Polairud Polresta Pati bersama masyarakat dan KUB menggelar aksi bersih-bersih mimosa di area rawa Waduk Gunung Rowo.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-75 Polairud.Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Polairud pada kegiatan “Ngobrol Kemaritiman” beberapa waktu lalu.Dalam pertemuan itu, Polairud menegaskan bahwa Waduk Gunung Rowo tetap berada dalam area tanggung jawab pengawasan mereka.Selain persoalan mimosa, Polairud juga fokus menertibkan praktik penangkapan ikan ilegal yang sebelumnya muncul di kawasan waduk.“Kami sudah mengeluarkan surat imbauan agar tidak ada lagi penangkapan ikan dengan alat setrum. Alhamdulillah sekarang sudah bersih, tidak ada yang menggunakan alat terlarang lagi,” ujar Kompol Hendrik.Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan nelayan.Polairud telah berkali-kali menyampaikan imbauan langsung maupun tertulis kepada kelompok nelayan agar tetap memprioritaskan keamanan selama mencari ikan.Baca juga: Penetapan UMR Pati 2026 Berpotensi Mundur, Serikat Pekerja Minta Kenaikan Minimal 6,5 Persen“Dalam UNCLOS, tugas kami mencakup seluruh wilayah perairan, termasuk perairan pedalaman. Jadi waduk ini juga menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.Setelah aksi di Gunung Rowo, Polairud juga berencana melakukan kegiatan serupa di Waduk Seloromo, Kecamatan Gembong.


(prf/ega)

Berita Terpopuler