Mendagri Ungkap Anggaran Tak Terduga Rp 268 Miliar Sudah Masuk ke 3 Provinsi Sumatera

2026-01-12 06:37:13
Mendagri Ungkap Anggaran Tak Terduga Rp 268 Miliar Sudah Masuk ke 3 Provinsi Sumatera
JAKARTA, - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 268 miliar untuk tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor sudah masuk ke rekening daerah.Tito melaporkan hal ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin ."Kemudian untuk anggaran BTT yang Bapak sudah tambahkan, totalnya Rp 268 miliar," kata Tito, kepada Prabowo.Baca juga: Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Korban Banjir di Langkat, Fokus Pemulihan WargaMenurut Tito, anggaran BTT tersebut sudah masuk ke rekening daerah.Ia mengapresiasi langkah cepat Istana dalam memproses uang belanja tak terduga tersebut."Kami sudah cek, Pak, tiga hari langsung masuk. Terima kasih kepada Pak Mensesneg yang langsung bergerak cepat, Pak, langsung ke rekening, Pak. Karena memang semuanya masih jalan, Pak, perbankannya," ucap dia.Rinciannya, sebanyak Rp 60 miliar sudah masuk ke tiga provinsi.Sebanyak Rp 208 miliar lainnya masuk ke 52 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera."Jadi, ada Rp 60 miliar untuk tiga provinsi, kemudian Rp 208 miliar untuk 52 kabupaten dan kota. Semuanya sudah masuk," ujar Tito.Tito menuturkan, Kementerian Dalam Negeri memberikan arahan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan individual.Baca juga: SE Baru Mendagri: Bantuan dan Anggaran Pemda Bisa Langsung Dipakai untuk Pemulihan Daerah BencanaSebab, menurut dia, kebutuhan pokok sudah dikirimkan dari pemerintah pusat."Kami sudah memberikan arahan bahwa itu utamanya untuk kebutuhan individual, Pak. Yang seperti dari pusat memang banyak membantu yang pokok, beras, minyak goreng, dan lain-lain," ujar Tito."Tapi, yang kecil-kecil seperti pakaian, sabun, sampo, keperluan wanita, keperluan bayi, dan itu yang kami arahkan kepada mereka untuk utamanya, itu, Pak," sambung dia.


(prf/ega)