Ini yang Membuat Sinyal Remot Motor Honda Jadi Lemah

2026-01-30 11:04:59
Ini yang Membuat Sinyal Remot Motor Honda Jadi Lemah
JAKARTA, - Fitur motor Honda Smart Key memang memudahkan pengendara untuk pemakaian sehari-hari. Cukup simpan remot di kantong, tidak perlu colok kunci, maka motor bisa dinyalakan.Fitur ini pun sudah disematkan ke berbagai skutik Honda, dari BeAT sampai ADV160. Tapi memang syarat penggunaannya supaya tetap berfungsi secara maksimal.Aries Mandala, Kepala Bengkel AHASS Pelangi Prima Mandiri di Bogor menjelaskan, sinyal remot bisa melemah kalau dekat dengan daerah yang punya gelombang elektromagnetik.Baca juga: Bocoran Fitur Suzuki Satria F150 Terbaru, Dapat Keyless, ABS, dan Koneksi HP/ADITYO Sistem Smart Key di All New Honda BeAT"Gelombang elektromagnetik bisa melemahkan. Hindari dekat dengan menara BTS, trafo listrik PLN, yang memungkinkan adanya sinyal interfensi itu," kata Aries kepada Kompas.com, Senin .Informasi petunjuk pengoperasian Honda Smart Key sebenarnya juga ada di buku pedoman pemilik kendaraan. Ada beberapa hal yang membuat sinyal remot lemah, jadi tidak berfungsi.Pertama saat ada fasilitas di dekat remot yang menghasilkan gelombang radio atau noise yang kuat seperti pemancar TV, pembangkit listrik, stasiun radio, atau bandara.Baca juga: Potensi Puncak Arus Balik Libur Nataru Terjadi Awal JanuariKedua, membawa remot bersama laptop atau perangkat komunikasi seperti radio dan telepon genggam. Ketiga, ketika Honda Smart Key bersentuhan atau ditutupi oleh benda logam.Honda Smart Key menggunakan gelombang radio berintensitas rendah. Karena itu, rentang pengoperasiannya dapat melebar atau menyempit.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-30 10:55