RAM Makin Langka karena AI, Asus Mau Produksi Memori Sendiri?

2026-01-15 18:43:37
RAM Makin Langka karena AI, Asus Mau Produksi Memori Sendiri?
– Dunia saat ini tengah menghadapi isu kelangkaan memori (RAM) dan media penyimpanan (storage). Kedua komponen ini bisa dibilang krusial untuk berbagai barang elektronik, seperti smartphone, laptop, dan lainnya.Fenomena ini dipicu oleh keterbatasan kedua komponen tersebut, terutama RAM yang banyak diserap oleh pusat data (data center) AI.Selain itu, beberapa produsen memori juga kini fokus untuk membuat RAM dan storage untuk keperluan AI, sehingga produk untuk konsumen tak lagi menjadi prioritas.Kondisi tersebut membuat stok RAM dan storage menipis, sehingga harganya melonjak hingga ratusan persen dibanding kondisi normal.Dari sisi vendor, produsen PC dan laptop juga mungkin akan dibuat bingung dan harus "putar otak", lantaran komponen tersebut cukup krusial untuk produk mereka. Belakangan, salah satu vendor elektronik asal Taiwan, Asus dikabarkan bakal mulai memproduksi komponen RAM sendiri untuk mengatasi kelangkaan global ini.Model memori yang disebut akan menjadi fokus mereka adalah RAM DDR5, tepatnya pada level manufaktur chip DRAM.Informasi ini pertama kali diungkap media teknologi asal Iran, Sakhtafzarmag. Dalam laporan terbarunya, Asus disebut berpeluang membuka fasilitas manufaktur DRAM pada 2026 untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok besar memori dunia.Selain mengurangi ketergantungan, laporan tersebut juga mengeklaim bahwa langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk menekan biaya produksi.Hal ini juga dinilai dapat menjaga harga perangkat tetap kompetitif di pasar, di tengah lonjakan harga RAM dan storage global.Beberapa analis menilai, masuknya Asus ke produksi chip DRAM akan menjadi langkah ekstrem, namun tetap logis jika krisis memori berlangsung panjang.Baca juga: Tren HP Android 2026: RAM 12 GB Langka, RAM 4 GB Populer Lagi/Lely Maulida Laptop Asus Vivobook S14 resmi meluncur di Indonesia, Kamis Meski demikian, langkah memproduksi RAM sendiri ini bisa dibiilang tidak mudah, lantaran membutuhkan investasi besar serta dukungan teknologi dari produsen DRAM mapan.Karena membutuhkan modal dan teknologi yang tidak sedikit, laporan tersebut juga menyebut Asus tengah mempertimbangkan opsi lain, yakni menjalin kerja sama dengan CMXT.Perusahaan asal China itu belakangan memperkenalkan produk memori DDR5 dan LPDDR5X.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 17:01