Cerita Tim Medis Abdurrab di Lokasi Bencana Tapsel: Senyum Mereka Kekuatan Kami

2026-01-16 04:21:25
Cerita Tim Medis Abdurrab di Lokasi Bencana Tapsel: Senyum Mereka Kekuatan Kami
RIAU, - Tim medis Universitas Abdurrab Pekanbaru, Riau, memberikan layanan kesehatan kepada korban banjir di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).Selama bertugas, tim medis merasakan keprihatinan mendalam melihat kondisi masyarakat terdampak."Banyak warga datang tidak hanya dengan keluhan kesehatan fisik, tetapi juga membawa beban emosional akibat kehilangan rumah, harta benda, dan rasa aman," ungkap Arnila Melina, tim pelaksana kegiatan, kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa .Baca juga: Kejar Target Pasang Lantai Jembatan Bailey Tapsel, TNI Percepat Pemulihan Jalur PascabencanaDi tengah suasana duka, Arnila menyaksikan keteguhan dan semangat para korban untuk bangkit."Senyum yang perlahan kembali muncul, doa yang dipanjatkan bersama, serta kebersamaan di posko, menjadi kekuatan tersendiri bagi kami sebagai tenaga kesehatan," kata Arnila.Ia menambahkan, kehadiran tim medis di posko tidak hanya untuk memberikan pelayanan medis, tetapi juga untuk mendampingi, menguatkan, dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian dalam proses pemulihan.Baca juga: Lapor ke Dasco, Bupati Gayo Lues Angkat Tangan untuk Biayai Rekonstruksi BencanaPelayanan kesehatan kepada korban banjir merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa kedokteran Universitas Abdurrab.Berbagai kegiatan dilaksanakan sejak 22 hingga 25 Desember 2025, meliputi pengecekan kesehatan, pemberian obat herbal, pemeriksaan dan Intervensi Neuromuscular Taping (NMT) untuk pemulihan fungsi gerak tubuh, serta trauma healing kepada anak-anak di sekolah darurat.Pascabencana, warga banyak mengeluhkan gangguan pencernaan, batuk dan pilek, kelelahan, nyeri otot dan sendi, serta penurunan daya tahan tubuh."Kegiatan kami ini sebagai upaya mendukung pemulihan warga pascabencana," ungkap Arnila.Seluruh kegiatan didukung pembiayaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat PPM (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 02:44