Pandji Pragiwaksono Minta Maaf: Tidak Bermaksud Menyinggung Masyarakat Toraja

2026-01-12 09:49:55
Pandji Pragiwaksono Minta Maaf: Tidak Bermaksud Menyinggung Masyarakat Toraja
JAKARTA, – Komika sekaligus artis peran Pandji Pragiwaksono mengaku tidak bermaksud menyinggung siapa pun terkait materi stand up-nya terkait adat Toraja.Ia pun menyampaikan permintaan maaf apabila materi stand up comedy-nya menimbulkan ketersinggungan pada pihak tertentu.“Saya juga sadar bahwa saya ignorant dalam penulisan joke, tidak bermaksud untuk menyinggung masyarakat Toraja, dan untuk itu saya meminta maaf kepada masyarakat Toraja yang tersinggung,” kata Pandji saat ditemui di daerah Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis .Baca juga: Kasus Candaan Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono: Dialog Sudah DilakukanPandji memastikan, dialog langsung telah dilakukan dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), khususnya dengan Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi.“Saat ini dialog sudah dilakukan dengan teman-teman di AMAN, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Ibu Sekjennya adalah Bu Rukka Sombolinggi,” ungkap Pandji.Dalam dialog tersebut, lanjut Pandji, terdapat beberapa hal yang disampaikan, salah satunya terkait sanksi adat berupa 96 ekor hewan (kerbau dan babi) serta uang Rp 2 miliar.Baca juga: Pandji Pragiwaksono soal Laporan Polisi Kasus Candaan Adat Toraja: Mungkin Sudah Dicabut“Menurut beliau, sebenarnya kurang tepat soal diwajibkannya memberikan 96 ekor hewan dan uang sebesar itu, karena dialognya harus dilakukan bersama perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja,” kata Pandji.“Jadi, kalau dialognya belum ada, sebenarnya hukumannya juga belum ada. Dan menurut Ibu Rukka serta banyak teman-teman Toraja, masyarakat Toraja sebenarnya tidak memberi hukuman,” tambah Pandji.Pandji menambahkan, kemungkinan ada sumbangan yang akan diberikan sebagai bentuk itikad baik.Baca juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Jalani Proses Hukum atas Lawakan yang Singgung Toraja“Nantinya mungkin ada sumbangan yang diberikan, tapi itu lebih kepada inisiatif baik yang ingin saya lakukan sebagai simbolisasi agar hubungan ini berjalan dengan baik,” tutur Pandji.Sebelumnya, Pandji telah menyampaikan permintaan maaf atas materi komedinya yang menyinggung budaya pemakaman Rambu Solo.Pandji mengakui bahwa lelucon yang dibuatnya sembilan tahun lalu itu bersifat ignorant atau abai terhadap kedalaman makna dan nilai budaya Toraja.


(prf/ega)