Siapa Raja Ekspor Beras Dunia 2025? India di Posisi Teratas

2026-01-11 22:14:50
Siapa Raja Ekspor Beras Dunia 2025? India di Posisi Teratas
JAKARTA, - Pasar beras global pada 2025 bergerak dalam lanskap yang berbeda dibanding dua tahun sebelumnya.Setelah periode harga tinggi dan pembatasan ekspor dari India pada 2023–2024, tahun 2025 ditandai oleh pasokan yang kembali melimpah dan kompetisi harga yang kian ketat.Dampaknya paling terasa pada negara-negara eksportir utama: India semakin dominan, sementara Thailand dan Vietnam menghadapi tekanan dari penguatan mata uang, turunnya harga ekspor, hingga perubahan kebijakan importir besar seperti Filipina.Baca juga: Ekspor Beras Thailand Terancam Turun Tahun Depan, Ini SebabnyaPIXABAY/MOHD SYAHIDEEN OSMAN Ilustrasi beras. Laporan Reuters pada Mei 2025 menggambarkan situasi itu sebagai pasar yang “mencapai lantai” harga, tetapi peluang kenaikan dibatasi oleh banjir pasokan dari India.Dalam laporan yang sama, asosiasi perdagangan di Thailand dan Vietnam memproyeksikan penurunan ekspor keduanya pada 2025, seiring pembeli beralih ke beras India yang lebih kompetitif. Berikut gambaran negara-negara eksportir beras terbesar di dunia pada 2025, dengan fokus pada lima pemain utama yang secara konsisten mendominasi perdagangan global, yakni India, Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat (AS). India hampir sepanjang 2025 mengukuhkan posisinya sebagai negara eksportir beras nomor satu dunia.Baca juga: Pemerintah Klaim Harga Beras Turun Usai Satgas DibentukReuters melaporkan ekspor beras India pada 10 bulan pertama 2025 mencapai 18,49 juta ton, naik 37 persen secara tahunan, dan diproyeksikan menembus rekor 22,5 juta ton pada akhir tahun. Kekuatan India pada 2025 bukan hanya pada volume produksi, tetapi juga pada stok pemerintah yang menumpuk, kebijakan ekspor yang lebih longgar dibanding periode pembatasan, serta faktor kurs yang mendukung daya saing.PIXABAY/NUTRISCAN APP Ilustrasi beras basmati.Dalam laporan Reuters pada Oktober 2025, Dev Garg, Wakil Presiden Federasi Eksportir Beras India menyebut strategi eksportir India untuk memperluas pasar di tengah produksi dan stok yang kuat."India sudah menjadi pemain utama dalam perdagangan beras global, dan tujuan kami sekarang adalah untuk menjangkau pembeli di pasar yang kurang terlayani guna lebih meningkatkan ekspor pada saat produksi dan stok sedang kuat," ujar Garg.Baca juga: Beras Kian Mahal, Strategi Belanja dan Promo Ini Bisa Jadi Solusi Jelang Akhir TahunIndia menyumbang sekitar 40 persen ekspor beras global, bahkan disebut lebih besar daripada gabungan pengiriman empat eksportir besar berikutnya, yakni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan AS. Dari sisi kebijakan, pelonggaran pembatasan ekspor ikut memperbesar ruang gerak eksportir.Reuters pada Maret 2025 melaporkan India kembali mengizinkan ekspor beras patah (broken rice), yang sebelumnya dilarang sejak 2022.“Karena ekspor beras pecah sekarang sudah diperbolehkan, kami memperkirakan akan mengekspor sekitar 2 juta ton beras jenis ini pada tahun 2025," kata B.V. Krishna Rao, Presiden Asosiasi Eksportir Beras.Baca juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras Stabil Jelang Tahun Baru 2026Di sisi lain, harga tetap menjadi variabel kunci. Himanshu Agrawal, direktur eksekutf Satyam Balajee, menilai India punya ruang menambah ekspor saat stok pesaing menipis.“Namun, negara-negara pesaing ini memiliki stok yang terbatas. Seiring menipisnya stok mereka, pembeli akan beralih ke India, dan ekspor akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang," ungkap Agarwal.Thailand secara historis merupakan eksportir beras utama dunia, terutama untuk beras premium seperti jasmine. Namun pada 2025, posisi Thailand menghadapi guncangan dari dua sisi, yakni harga global yang turun dan baht yang menguat.


(prf/ega)