Bilik WC Kumuh di Gang Kelinci Dibongkar, Akan Diganti WC Umum Berseptic Tank

2026-01-11 23:12:53
Bilik WC Kumuh di Gang Kelinci Dibongkar, Akan Diganti WC Umum Berseptic Tank
JAKARTA, — Pemerintah membongkar bilik WC umum yang berada di Gang Kelinci, Jalan Kebon Sayur RT 07 RW 03, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, untuk dibangun ulang sebagai fasilitas sanitasi yang lebih layak dengan sistem septic tank komunal.Pantauan Kompas.com pada Rabu , bangunan bilik berwarna merah muda yang sebelumnya berdiri di ujung gang telah rata dibongkar.Kini, hanya tersisa jembatan cor yang melintas di atas aliran Kali Inspeksi, tempat pembuangan kotoran dari WC lama.Baca juga: Kebiasaan yang Tak Juga Sirna di Gang Kelinci, Warga Masih BAB di KaliDengan pembongkaran tersebut, aliran kali yang semula tertutup bangunan WC kini terlihat jelas. Namun, sejumlah barang rongsokan milik warga masih menumpuk di sisi gang.Sesekali, tikus dan kecoa terlihat melintas dari bawah jembatan, menggambarkan kondisi kebersihan lingkungan yang masih memerlukan penanganan.Ketua RT 07 RW 03, Mia, mengatakan bahwa pemerintah akan membangun dua WC umum baru di tengah permukiman agar lebih mudah diakses warga dan tidak lagi membuang limbah ke kali.“Alhamdulillah, jadi akan dibangun ya WC umum baru itu di sini. Jadi, nanti warga-warga di sini enggak ada lagi yang BAB di kali,” ujar Mia, Rabu.Lokasi pertama merupakan bangunan berukuran sekitar 2x2 meter di gang setapak, yang sebelumnya menjadi gudang penyimpanan barang rongsok.Bangunan tersebut tampak tua, dengan dinding bata merah tanpa plester dan kondisi lantai yang lembab dan berlumut. Gang menuju lokasi sempit dan minim penerangan.Baca juga: Penampakan Bilik yang Dipakai Warga Gang Kelinci BAB di KaliSekitar 50 meter dari titik tersebut, terdapat bangunan kedua yang sebelumnya juga digunakan sebagai WC umum, namun tanpa septic tank. Di bangunan ini terdapat pompa air yang selama ini digunakan warga untuk mengambil air dari sumur.Saat Kompas.com mendatangi lokasi, petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat terlihat melakukan pengerjaan perbaikan.Tembok bangunan sudah dicat ulang dengan warna hijau terang, dan lantainya disemen agar lebih rapi sebelum pembangunan WC baru dilanjutkan.Mia menjelaskan, persoalan utama yang selama ini menghambat pembangunan WC layak adalah keterbatasan lahan di lingkungan yang sangat padat.Para pejabat kelurahan, kecamatan, hingga sejumlah suku dinas yang meninjau lokasi disebut sempat terkejut melihat kondisi sanitasi warga.“Pada kaget masih ada yang begini, karena memang kalau untuk jamban WC di kali, program pemerintah dari zaman dulu memang enggak boleh. Karena kumuh, udah enggak layak, dan limbah penyakit,” kata Mia.Baca juga: Di Antara Gedung Megah, Warga Gang Kelinci Masih BAB di KaliSolusinya baru dapat diambil setelah ada warga yang bersedia menghibahkan lahan pribadi untuk dijadikan fasilitas umum.“Ternyata alhamdulillah ada perubahan rencana, enggak pembebasan tapi ada warga yang menghibahkan (lahannya) untuk ya WC umum,” ujar Mia.Dengan pembangunan WC komunal ini, pemerintah dan warga berharap praktik buang air besar ke kali tidak lagi terjadi dan kualitas kesehatan lingkungan dapat meningkat.


(prf/ega)