JAKARTA, – Yamaha Indonesia tengah menjajaki potensi motor listrik Yamaha Neos yang berfokus pada pengujian fasilitas penukaran baterai atau swap battery.Uji coba ini melibatkan pengemudi ojek daring sebagai pengguna utama dalam aktivitas sehari-hari.Inisiatif ini merupakan bagian dari studi mendalam yang dilakukan oleh Yamaha Motor Corporation (YMC) untuk merumuskan strategi paling efektif dalam menghadirkan motor listrik yang sesuai dengan karakteristik pasar Indonesia.Kalangan pengemudi ojek daring dipilih karena memiliki pola penggunaan yang intensif, mencakup jarak tempuh tinggi, serta kebutuhan operasional yang menuntut kepraktisan dan efisiensi waktu.Baca juga: Ahli Jelaskan Teknik Engine Brake pada Mobil MatikFACEBOOK/GMEGAN KOSMIK Motor listrik Yamaha Neos di markas Grab CakungDalam fase uji coba, Yamaha Neos dioperasikan langsung oleh mitra pengemudi layanan berbagi tumpangan.Fokus pengujian tidak hanya pada performa motor, tetapi juga pada ekosistem pendukung, terutama sistem penukaran baterai.Skema ini dinilai krusial untuk meminimalkan waktu henti kendaraan, yang selama ini menjadi tantangan utama dalam adopsi motor listrik di sektor komersial.Baca juga: Saat Macet, Tuas Transmisi Mobil Matik Baiknya di D atau N?Dok. Yamaha Eropa Motor listrik Yamaha Neo'sRifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menjelaskan bahwa proyek ini merupakan inisiatif langsung dari prinsipal global Yamaha.“Masih dilakukan, terus terang itu kan proyek langsung dari YMC ya,” ujar Rifki di Jakarta, Sabtu .“Kami hanya memfasilitasi dengan perusahaan daring, ride sharing seperti itu. Dan ke depannya bagaimana, masih menunggu evaluasi dari YMC,” tambahnya.Baca juga: Indikator Bensin Mobil Sudah E, Masih Bisa Jalan Berapa Kilometer?Dok. YIMM Motor listrik Yamaha Neos di IIMS 2023Menurutnya, pengujian yang dilakukan mencakup berbagai aspek.Yamaha tidak hanya mengevaluasi teknologi baterai, tetapi juga pola penggunaan, kemudahan infrastruktur pendukung, hingga kesiapan ekosistem secara menyeluruh.“Target awalnya kan tiga bulan, tapi mungkin bisa diperpanjang. (Survei yang dicari) totalitas ya, semua ya,” ucap Rifki.“Sebenarnya bukan survei, YMC lagi mencari strategi bagaimana YIMM berkolaborasi untuk mencari peluncuran motor yang paling efisien untuk Indonesia,” pungkasnya.
(prf/ega)
Yamaha Neos Uji Coba Motor Listrik Ojek Online Swap Baterai
2026-01-12 04:48:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 02:59
| 2026-01-12 02:55










































