- Saat merancang atau merenovasi rumah, pemilihan material lantai sering menjadi keputusan penting yang memengaruhi kenyamanan suhu ruangan.Marmer, granit, dan keramik termasuk tiga pilihan paling populer karena tampilannya yang elegan sekaligus tahan lama.Bahan-bahan tersebut juga dinilai dingin sehingga cocok untuk iklim tropis yang panas dan lembap seperti di Indonesia.Walaupun begitu, ketiganya memiliki karakter berbeda dalam menyerap dan melepaskan panas.Lantas, lebih sejuk mana antara lantai berbahan granit, marmer, dan keramik?Baca juga: Lebih Untung Mana, Pakai Keramik, Vinyl, atau Semen Ekspos untuk Lantai Rumah? Ini Kata Dosen UGMMenurut Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), Yosafat Winarto, granit dan marmer memiliki sifat yang lebih dingin dibandingkan keramik.“Granit dan marmer lebih dingin daripada keramik,” ujar Yosafat kepada Kompas.com, Selasa .Selain menimbulkan kesan sejuk, menurut dia, dua material alami ini juga memberikan nuansa mewah dan elegan pada interior rumah.“Kelebihan granit dan marmer adalah tampilannya yang mewah dan natural. Ukurannya juga bisa besar, sampai 120 cm x 180 cm, dan bisa membantu mereduksi temperatur ruang karena lebih sejuk,” jelas dia.Namun, dari sisi pengerjaan, granit dan marmer membutuhkan keahlian khusus dalam pemasangan.“Kekurangannya, harganya lebih mahal dan pemasangannya memerlukan tukang yang berpengalaman,” kata dia.Baca juga: Tips Bangun Rumah 2 Lantai dengan Dana Rp 200 Juta, Tetap Kokoh dan NyamanSementara itu, dosen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, Ashar Saputra, menjelaskan bahwa kemampuan material lantai dalam mendinginkan ruangan tergantung pada berat jenis dan total massa bahan.“Semakin tinggi berat jenisnya, semakin baik kemampuan material menyimpan suhu dingin dari tanah dan melepaskannya perlahan ke udara sekitar,” jelas Ashar saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Menurut dia, keramik memiliki berat jenis paling rendah, apalagi jika ketebalannya di bawah 1 sentimeter.“Keramik dengan ketebalan kurang dari 1 cm kurang bisa menyimpan suhu dingin di dalam ruangan. Namun, saat ini sudah ada keramik dengan ketebalan lebih besar hingga 1,5 cm yang lebih baik dalam menahan temperatur,” tutur dia.Sementara itu, granit dan marmer memiliki massa lebih padat dan berat jenis lebih tinggi, sehingga keduanya lebih efektif menjaga suhu ruangan tetap sejuk.“Granit lebih padat dan berat dibandingkan marmer. Pada ketebalan yang sama, granit lebih baik dalam menahan temperatur dingin,” jelas dia.Selain lebih keras, granit juga lebih tahan terhadap goresan dan tekanan, sehingga cocok untuk area dengan mobilitas tinggi seperti ruang tamu atau dapur.Dengan demikian, dari sisi kemampuan menyimpan suhu dingin, granit menjadi material paling efektif, diikuti marmer, lalu keramik.
(prf/ega)
Lebih Dingin Mana untuk Lantai Rumah di Indonesia, Keramik, Granit, atau Marmer?
2026-01-12 06:46:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:00
| 2026-01-12 05:53
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:41










































