Dinyatakan Aman, Lokasi COP30 Brasil Kembali Dibuka Usai Paviliun Terbakar

2026-02-02 09:51:55
Dinyatakan Aman, Lokasi COP30 Brasil Kembali Dibuka Usai Paviliun Terbakar
Lokasi KTT COP30 Brasil kembali dibuka usai insiden kebakaran. Petugas memastikan situasi sudah aman."Otoritas Brasil telah memulihkan kondisi operasional di lokasi konferensi, memperoleh izin operasional dari Dinas Pemadam Kebakaran, dan mengembalikan area tersebut kepada UNFCCC. Zona Biru telah diaktifkan kembali dan beroperasi kembali pukul 20.40 hari ini," demikian bunyi pengumuman yang diterima detikcom, Kamis (20/11/2025).Meski begitu, area terdampak kebakaran akan ditutup hingga COP30 berakhir. Proses negosiasi malam ini juga ditiadakan."Tidak akan ada kegiatan pleno malam ini. Sesi pleno besok akan terbuka untuk para pihak dan disiarkan secara daring," lanjut pengumuman tersebut."Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, dan kami percaya bahwa para delegasi akan kembali ke negosiasi dengan semangat solidaritas dan tekad untuk memastikan keberhasilan COP ini," tutup pengumuman itu.Kebakaran terjadi di belakang Paviliun Italia sekitar pukul 14.00 waktu Brasil, Kamis (20/11). Api dipadamkan enam menit berselang. Dilaporkan ada 21 orang yang dirawat di lokasi kejadian karena menghirup asap kebakaran.Pihak penyelenggara, UNFCCC, memastikan bahwa semua orang sudah dievakuasi dengan selamat. Zona biru atau lokasi negosiasi COP30 ditutup sementara waktu sampai dinas pemadaman kebakaran Brasil memastikan kondisinya aman.Tonton juga video "21 Orang Dirawat Imbas Kebakaran Paviliun COP30 Brasil"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 08:20