Inovasi Keimigrasian di KEK Gresik, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Hijau dan Iklim Investasi Indonesia

2026-01-15 03:13:41
Inovasi Keimigrasian di KEK Gresik, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Hijau dan Iklim Investasi Indonesia
  – Upaya memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara konsisten menunjukkan arah yang positif.Salah satu langkah konkret terbaru hadir dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang kini memiliki Unit Layanan Izin Tinggal dan Informasi Keimigrasian (ULITIK).Kehadiran layanan itu menandai babak baru dalam kemudahan berusaha yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pertumbuhan ekonomi inklusif (Poin 8) dan kemitraan untuk tujuan bersama (Poin 17).Inovasi tersebut merupakan bagian dari program nasional Immigration Services for Special Economic Zone (I’m SEZ) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).Baca juga: Pulau Obi Jadi Episentrum Baru Ekonomi Maluku Utara Untuk kali pertama di Indonesia, layanan keimigrasian dihadirkan langsung di dalam kawasan ekonomi khusus. Langkah ini memperkuat efisiensi birokrasi dan menciptakan lingkungan investasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.Dengan inisiatif itu, investor dan tenaga kerja asing kini dapat mengurus berbagai administrasi keimigrasian tanpa harus keluar kawasan industri. Ini menjadi elemen penting dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif sekaligus berkelanjutan.Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)—pengelola kawasan KEK Gresik— Bambang Soetiono menjelaskan, kehadiran ULITIK di KEK Gresik merupakan nilai tambah strategis bagi pelaku investasi.“Kemudahan seperti ini tentu akan semakin menarik minat investor untuk berinvestasi di Indonesia. Semua urusan keimigrasian kini bisa diselesaikan di sini tanpa perlu ke luar kawasan. Ini langkah nyata mendukung iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing tinggi,” ujar Bambang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis .Baca juga: Incar Ekonomi Tumbuh 8 Persen, RI Perlu Andalkan Peternakan dan PerikananMenurut Bambang, langkah itu tidak hanya mendorong percepatan ekonomi di Jawa Timur, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.“Inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah dan pengelola kawasan serius dalam mendukung transformasi ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono menambahkan, ULITIK adalah hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan.“Kehadiran layanan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, dan ramah. Tenaga kerja asing kini mendapatkan layanan keimigrasian yang lebih efisien yang tentu saja akan mendukung produktivitas industri di kawasan,” ujarnya.Baca juga: Bank Mandiri Dukung Pesenggiri Festival 2025, Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM LampungKepala Administrator KEK Gresik Ibnu Sina menjelaskan bahwa keberadaan layanan keimigrasian di dalam kawasan merupakan wujud sinergi nyata antarinstansi untuk memperkuat fungsi KEK sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.“Melalui slogan ‘I Am SEZ’, kami ingin menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan efisien bagi seluruh pelaku usaha. Kehadiran unit layanan keimigrasian ini bukan hanya memperkuat kredibilitas KEK Gresik, tetapi juga menjadi contoh bagi KEK lain di Indonesia dalam mewujudkan pelayanan investasi kelas dunia,” tuturnya.Peresmian ULITIK di KEK Gresik ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, dan Administrator KEK Gresik.Baca juga: Prabowo Teken Perpes 110 Tahun 2025, Disebut Bisa Percepat Investasi HijauLangkah tersebut tidak hanya memperkuat posisi KEK Gresik sebagai kawasan unggulan investasi di Jawa Timur, tetapi juga mendukung target nasional dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.Dengan kolaborasi antara sektor publik dan swasta, KEK Gresik menunjukkan bahwa peningkatan daya saing investasi dapat berjalan seiring dengan upaya mencapai ekonomi yang inklusif, efisien, dan berorientasi pada masa depan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-15 01:40