Mengenal Transmigrasi: Tujuan, Proses, dan Dampaknya di Indonesia

2026-01-15 10:08:36
Mengenal Transmigrasi: Tujuan, Proses, dan Dampaknya di Indonesia
- Masyarakat Indonesia merayakan Hari Bhakti Transmigrasi setiap 12 Desember 2025. Pada peringatan itu, kita diingatkan tentang program transmigrasi sebagai bagian dari pembangunan nasional.Program Transmigrasi adalah kebijakan besar yang telah dijalankan oleh pemerintah Indonesia sejak masa kolonial Belanda, yang awalnya bertujuan untuk mengatasi kepadatan penduduk di Pulau Jawa. Hingga kini, transmigrasi terus dilanjutkan pasca kemerdekaan Indonesia dengan tujuan untuk pemerataan penduduk, pembangunan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang kurang berkembang.Saat ini, transmigrasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian. Baca juga: Transmigrasi: Pengertian, Tujuan, Sejarah Singkat, dan FasilitasnyaDilansir dari Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial UI yang terbit pada 2024, program transmigrasi pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1905.Pemerintah kolonial menganggap transmigrasi sebagai solusi atas tingginya kepadatan penduduk di Pulau Jawa. Program ini kemudian berkembang menjadi bagian dari kebijakan politik etis (Ethische Politiek), yang juga meliputi program irigasi dan pendidikan. Setelah kemerdekaan Indonesia, program transmigrasi berlanjut dengan tujuan untuk pemerataan penduduk dan pembangunan ekonomi di luar Pulau Jawa.Tujuan utama dari transmigrasi adalah untuk memindahkan masyarakat Jawa ke daerah yang lebih jarang penduduknya. Selain mengurangi ketimpangan kepadatan penduduk, transmigrasi juga bertujuan untuk:Baca juga: Transmigrasi: Tujuan dan JenisnyaProgram transmigrasi melalui beberapa tahap seperti:1. Seleksi dan pemilihan daerah tujuanProses transmigrasi dimulai dengan seleksi transmigran yang dilakukan oleh pemerintah. Calon transmigran biasanya berasal dari daerah dengan kepadatan tinggi, seperti Pulau Jawa. Pemerintah kemudian memilih daerah-daerah yang cocok untuk ditempati, berdasarkan kesuburan tanah dan potensi pengembangan lahan pertanian. Salah satu wilayah yang menjadi tujuan utama adalah Lampung, yang dipilih karena kesuburan tanahnya dan kesiapan untuk membuka lahan baru.2. Pemberangkatan dan penempatan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 08:31