JAKARTA, - Banjir dan longsor yang memutus sejumlah jalur darat di Aceh memaksa distribusi LPG dialihkan dari pola reguler. Pertamina Patra Niaga menerapkan skema distribusi alternatif melalui laut dan udara untuk menjaga pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan jalur utama seperti Lhokseumawe–Bener Meriah serta jembatan penghubung Bireuen–Lhokseumawe belum dapat dilalui secara optimal. Padahal, pasokan LPG ke Banda Aceh selama ini disuplai dari Lhokseumawe melalui jalur darat.“Distribusi LPG dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh dilakukan menggunakan skema distribusi alternatif,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Senin , di Aceh.Untuk wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen, pasokan LPG dialihkan dengan menyeberangkan armada skid tank menggunakan kapal laut dari Integrated Terminal Lhokseumawe menuju Fuel Terminal Krueng Raya, Banda Aceh. Dari titik tersebut, LPG kembali disalurkan melalui jalur darat ke wilayah sekitar.Baca juga: Pertamina Salurkan 983 Tabung LPG untuk Dapur Umum Korban Banjir di SumateraSementara itu, distribusi BBM dan LPG ke Aceh Timur dan Langsa masih dapat dilakukan melalui jalur darat karena akses dari sisi timur Aceh, khususnya dari Aceh Tamiang menuju Lhokseumawe, masih dapat dilalui.Pertamina Patra Niaga juga mengerahkan pengiriman LPG menggunakan helicopter dengan metode sling load dari Lhokseumawe menuju Bener Meriah. Selain itu, perusahaan menerapkan skema Alternative Emergency dengan memanfaatkan kapal Ro-Ro untuk membantu pengiriman skid tank LPG ke Banda Aceh.“Pengiriman LPG melalui jalur laut dengan kapal Ro-Ro telah tiba di Banda Aceh pada hari kemarin,” kata Roberth. Ia menambahkan distribusi masih dilakukan bertahap karena perlu penyesuaian dengan tingkat permintaan di lapangan.Baca juga: Pertamina Komitmen Salurkan LPG untuk Warga Banda Aceh, Siapkan Skenario AlternatifUntuk memperkuat suplai, Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan pasokan dengan mendatangkan truk skid tank LPG dari Dumai, Palembang, Batam, dan Jawa yang dijadwalkan mulai tiba di Aceh pada 20 Desember 2025.Selain menjaga pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 983 tabung LPG. Bantuan tersebut terdiri dari 244 tabung pada tahap tanggap darurat awal dan tambahan 739 tabung Bright Gas 12 kg yang difokuskan untuk wilayah Aceh dan sekitarnya.“Kami terus berupaya maksimal agar dapur umum dapat terus beroperasi maksimal melayani kebutuhan pangan para pengungsi,” ujar Roberth.Bantuan Bright Gas tersebut disalurkan ke posko dapur umum di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah keterbatasan akses distribusi.
(prf/ega)
Jalur Terputus, Pertamina Alihkan Distribusi LPG Aceh via Laut dan Udara
2026-01-12 04:27:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 04:06
| 2026-01-12 03:25
| 2026-01-12 03:22
| 2026-01-12 02:40










































