Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI, Pertama di Asia Menuju Indonesia Emas

2026-02-04 06:42:14
Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI, Pertama di Asia Menuju Indonesia Emas
SURABAYA, – Kota Surabaya resmi menjadi saksi lahirnya tonggak baru dalam sejarah transformasi digital Indonesia.Melalui inisiatif ini, tidak hanya menjadi lokasi fisik riset, tetapi juga simbol bagaimana kolaborasi teknologi global dapat memberdayakan potensi lokal.AI-RAN Research Center menjadi jembatan antara industri dan pendidikan, teknologi dan kemanusiaan, sekaligus motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045.Sebab, kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat pada masa mendatang. Kecerdasan buatan bakal jadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), bersama Nokia dan NVIDIA, meresmikan AI-RAN Research Center, sebuah pusat riset yang akan mengembangkan jaringan nirkabel berbasis kecerdasan buatan (AI-native wireless networks) dan ekosistem aplikasi edge AI pertama di Asia.Baca juga: Saat AI Belajar Menipu: Analisis Perilaku Manipulatif Kecerdasan BuatanDibangun di jantung Kota Pahlawan, pusat riset ini menjadi ruang kolaborasi terbuka bagi para insinyur, peneliti, dan talenta digital muda Indonesia untuk bereksperimen dan menciptakan solusi berbasis AI.Langkah ini disebut sebagai fase pertama dari kemitraan strategis yang sebelumnya diumumkan dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona.Kolaborasi tiga raksasa teknologi ini menggabungkan keunggulan jaringan komersial Indosat, teknologi RAN dari Nokia, dan platform akselerasi komputasi dari NVIDIA.Dengan semangat “AI oleh orang Indonesia, untuk Indonesia”, pusat riset ini menegaskan posisi Surabaya sebagai salah satu simpul penting dalam peta transformasi digital nasional.Infrastruktur baru ini akan memfasilitasi pengembangan software-defined RAN berkinerja tinggi yang terhubung langsung dengan Sovereign AI Factory milik Indosat.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), bersama Nokia dan NVIDIA, meresmikan AI-RAN Research Center di Surabaya, Jawa Timur, Rabu siang. AI-RAN Research Center merupakan sebuah pusat pengembangan jaringan Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan artifisial (AI). Keduanya akan menjadi platform komputasi terdistribusi untuk menghadirkan kecerdasan buatan lebih dekat ke pengguna, memperkuat pengalaman digital, serta membuka peluang ekonomi baru dari investasi jaringan RAN.AI-RAN Research Center juga menjadi rumah bagi proyek AI Grid inisiatif yang bertujuan menghadirkan kecerdasan berbasis AI bagi jutaan masyarakat Indonesia.Melalui AI Grid, aplikasi berbasis AI dapat dijalankan dari pusat data hingga ke jaringan 5G yang tersebar di berbagai daerah, memungkinkan adopsi teknologi ini hingga ke wilayah terpencil.Baca juga: Kecerdasan Buatan (AI) Bikin Pasokan Air Minum BerkurangNezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menilai inisiatif ini sebagai langkah nyata memperkuat kedaulatan digital bangsa.“Peresmian AI-RAN Research Center ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia." 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-02-04 05:46