Harga Emas Dunia Turun Usai Data Ketenagakerjaan AS Tekan Harapan Pemangkasan Suku Bunga Desember

2026-01-16 05:39:50
Harga Emas Dunia Turun Usai Data Ketenagakerjaan AS Tekan Harapan Pemangkasan Suku Bunga Desember
NEW YORK, - Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat pagi, setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini menekan ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga pada Desember mendatang.Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi 4.058,29 dollar AS per ons. Begitu pula dengan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,6 persen ke level 4.060 dollar AS per ons.Penguatan indeks dollar AS juga ikut menekan harga emas, sebab membuat harga logam mulia ini menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.Baca juga: Harga Emas Dunia Melemah Usai Rilis Risalah Rapat The Fed Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang baru dirilis - dan sempat tertunda karena penutupan pemerintahan - menunjukkan bahwa data penggajian nonpertanian (nonfarm payrolls) pada September melonjak 119.000, lebih dari dua kali lipat dibanding perkiraan 50.000."Data ini semakin menguatkan pandangan The Fed bahwa pasar tenaga kerja melambat namun stabil. Artinya, peluang pemangkasan suku bunga di Desember semakin kecil,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.Saat ini pelaku pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga bulan depan berada di kisaran 40 persen. Adapun emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja lebih baik saat suku bunga rendah.Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok Tertekan Penguatan Dollar AS dan Turunnya Ekspektasi Pemangkasan Suku BungaSementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS memastikan laporan Oktober tidak akan dirilis karena gangguan pengumpulan data selama penutupan pemerintah. Sebagai gantinya, laporan Oktober dan November digabung dan akan diterbitkan pada 16 Desember, setelah pertemuan kebijakan The Fed berikutnya. Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed bulan Oktober yang keluar sehari sebelumnya, mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan menurunkan suku bunga meski menyadari risiko meningkatnya inflasi dan potensi menurunnya kepercayaan publik terhadap kebijakan bank sentral. Sepanjang tahun ini, emas telah menguat 55 persen dan sempat menyentuh rekor tertinggi di level 4.381,22 dollar AS per ons pada 20 Oktober.Di sisi lain, UBS menaikkan target harga emas pertengahan 2026 sebesar 300 dollar AS menjadi 4.500 dollar AS per ons. Kenaikan proyeksi didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, risiko geopolitik yang terus berlanjut, serta permintaan kuat dari bank sentral dan produk ETF berbasis emas.Baca juga: Purbaya Incar Penerimaan Negara hingga Rp 6 triliun dari Pungutan Bea Keluar Emas


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 12:42