Bocah 4 Tahun di Sidoarjo Hilang dari Kamar Kos, Ditemukan Meninggal di Sungai

2026-02-03 02:16:02
Bocah 4 Tahun di Sidoarjo Hilang dari Kamar Kos, Ditemukan Meninggal di Sungai
SIDOARJO, - Seorang anak perempuan berusia 4 tahun hilang dari kamar kos dan ditemukan meninggal di Sungai Buntung, Waru, Sidoarjo.Jenazah korban ditemukan warga dalam kondisi mengambang di aliran sungai dekat Pesantren Yatim At-Tauhid, Jalan Brigjen Katamso I.Kapolsek Waru Kompol Miftahul Amin menjelaskan, korban diketahui berinisial CAZ.Sebelum menghilang, korban bersama kedua orang tuanya tengah tidur di dalam kamar kos yang berada di Jalan Brigjen Katamso IV, Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Waru.Baca juga: Hindari Tindakan Kriminal, Petugas 24 Jam Keliling Terminal Purabaya Sidoarjo Selama NataruSaat siang hari, korban masih terlihat tidur bersama orang tuanya. Saat itu pintu kamar juga dalam kondisi terkunci."Sekitar pukul 12.00 siang, korban masih tidur bersama kedua orang tuanya di dalam kamar kos dan pintu dikunci dari dalam," ujarnya, Kamis .Namun, sekitar 2 jam kemudian, kedua orang tua CAZ mendapati bahwa anaknya tersebut sudah tidak ada lagi di dalam kamar kos.Lokasi kos itu memang berada di dekat aliran Sungai Buntung."Sekitar pukul 14.00 WIB, saat orang tua terbangun, korban sudah tidak berada di kamar dan pintu kos dalam kondisi terbuka," jelasnya.Baca juga: Masinis Jatuh ke Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal di Kedalaman 9 MeterUsai dilakukan pencarian, akhirnya warga mendapati jenazah CAZ dalam keadaan mengambang dan sudah tidak bernyawa, di dekat jembatan Sungai Buntung tak jauh dari kos korban."Kami dapat info dari warga, yang menemukan jenazah korban, dalam keadaan mengambang dekat jembatan desa setempat," imbuhnya.Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim INAFIS Polresta Sidoarjo.Setelah olah TKP, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum."Setelah olah TKP oleh INAFIS, selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum," pungkasnya.Baca juga: Satu Pendaki Ilegal di Gunung Merapi Ditemukan Meninggal Usai Pencarian 4 HariHingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban dan menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Porong.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 01:54